real
        time web analytics

Dari Kami

Jurnalis yang Mau Nyaleg Harus Mengundurkan Diri


TOPCAREER.ID – Wartawan atau jurnalis yang ingin menjadi tim sukses (timses) calon presiden-wakil presiden atau hendak maju dalam pemilihan legislatif, wajib mengundurkan diri dari profesinya. Pernyataan itu dibuat Dewan Pers dalam Surat Edaran Dewan Pers No. 2 Tahun 2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan dalam Pemilu 2019. 

Dewan Pers ingin menegaskan kembali fungsi pers di mata masyarakat. Pada pasal 3 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers menyebut bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

“Norma yang berkaitan dengan jurnalis yang mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif atau anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah), ataupun menjadi anggota tim sukses partai atau tim sukses pasangan calon presiden-wakil presiden, calon anggota legislatif atau DPD, adalah mengundurkan diri secara permanen dari profesi jurnalistiknya,” tulis Dewan Pers dalam Surat Edaran.

Surat edaran yang ditandatangani oleh  Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo itu memberikan dua pilihan ketika wartawan memilih maju sebagai anggota legislatif atau DPD ataupun tim sukses, yakni segera non-aktif sementara sebagai wartawan atau mengundurkan diri secara permanen. 

Meski dipilih atau memilih anggota legislatif atau DPD merupakan hak setiap warga negara Indonesia, namun Dewan Pers menyebut bahwa ketika wartawan memutuskan maju dalam pemilihan umum (pemilu), maka dinilai sudah memilih kepentigan golongan atau pribadi. Tak sesuai dengan fungsi pers nasional yang mengutamakan kepentingan publik.

Menyangkut fungsi pers nasional termasuk wartawan sebagai bagian di dalamnya, pada pasal 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers menjabarkan peran pers nasional, yakni:

a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;

b. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan

Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan;

c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar;

d. melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan

kepentingan umum;

e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran;

Selain sadar akan perannya dalam masyarakat, kerja wartawan juga diatur dalam Kode Etik Jurnalistik di mana harus bersikap independen dengan memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan hati nurani dan menghasilkan berita yang akurat. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru