real
        time web analytics

Dari Kami

Kembali Demi Bangkitkan Edukasi di Ibu Pertiwi


Sumber: Hoshizora Foundation

TOPCAREER.ID – Sebagai warga negara Indonesia, ada kalanya membangun karier di luar negeri lebih menggiurkan ketimbang di negeri sendiri. Bahkan, ada yang lama sekolah hingga bekerja di luar negeri, malah lupa Ibu Pertiwi. Tapi, hal itu tak berlaku bagi Co-Founder & President Hoshizora Foundation, Reky Martha.

“Nyaman kerja di luar negeri, motivasi balik lagi ke Indonesia itu panggilan hati,” kata Reky kepada TopCareer.id beberapa waktu lalu.

Setelah malang melintang sekolah di Jepang hingga Kanada, kemudian berkarier di Amerika, Reky memilih untuk kembali ke Tanah Air dan mendedikasikan diri demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Ketika melepas karier yang tengah cemerlang di Amerika demi anak-anak tak sekolah di Indonesia, orangtua Reky lantas bertanya-tanya akan keputusan sang anak. Hingga akhirnya ia mampu meyakinkan orangtua untuk memilih jalannya sendiri.

“Orangtua juga bertanya sih kenapa pulang berhenti kerjaan di Amerika, ditanya ‘Kamu mau naik manajer ini, kenapa melepas pekerjaan.’ Saya kasih pengertian, ‘Ini projek saya, ini anak-anak saya,’ jadi mereka (orangtua) paham kenapa saya pulang ke Indonesia.”

Menurutnya, kenyamanan hidup yang bersumber dari materi tak bisa menyaingi panggilan hidup yang saat ini menjadi pilihannya. Reky bertutur bahwa dari Hoshizora lah ia banyak menerima, bukan memberi.

Hoshizora yang tengah ia perjuangkan kini pun bermula dari keprihatinan teman-teman mahasiswa Indonesia yang sekolah di Jepang soal fenomena anak jalanan Indonesia. Berangkat dari situ, Reky dan kawan-kawan menyisihkan 1.000 yen tiap bulan untuk dikirim ke Indonesia.

Dengan menyisihkan uang jajan sehari saja, maka mereka sudah bisa membantu anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Tahun 2006 saya dipertemukan dengan anak-anak luar biasa. Anak-anak yang enggak punya apa-apa, tapi mereka ingin memberi yang lain, itu mengubah hidup saya di Jepang. Intinya saya bersyukur dapat beasiswa, ditolong orang sana sini, tapi yang bisa saya lakukan adalah pay it for what,” ujar Reky.

Harapan Reky, agar anak-anak saat ini bisa menjadi para pemimpin yang hebat bagi Indonesia ke depan. Kelak Reky bisa merasakan kepemimpinan hebat itu di tangan anak-anak yang kini tengah berjuang lewat pendidikan.  

“Logikanya seperti itu, saya di sini (Hozhizora) bukan berkorban, saya mencari hidup. Karena yang mendapatkan itu saya. Saya ngerasa menerima banyak banget dari mereka. Saya ingin berbagi spirit itu pada anak muda Indonesia.”

Reky Martha merupakan sarjana lulusan Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang. Kemudian ia melanjutkan S2 di University of British Columbia mengambil jurusan Educational Counselling Psychology.

Ia juga pernah bekerja untuk Kumon Jepang, dan sebagai researcher untuk perusahaan di Kanada dan Amerika. Reky juga memiliki beragam pengalaman mengajar.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru