real
        time web analytics

Dari Kami

Kemnaker Perbanyak Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi


TOPCAREER.ID - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan jumlah  tenaga kerja ersertifikasi. Massifikasi tenaga kerja bersertifikasi diharapkan bisa memperoleh pengakuan sesuai standar kebutuhan industri.

"Kita terus genjot massifikasi agar jumlah tenaga kerja skilled makin banyak. Lalu sertifikasi sehingga mereka diakui industri. Sertifikasi ini tentu ditambah standar yang ada di industri, " kata Hanif.

Hanif menambahkan dalam menghadapi industri 4.0, Hanif Dhakiri meyakini seluruh daerah masih membutuhkan waktu penyesuaian mengingat pihak industri pun belum seluruhnya belum menggunakan industri 4.0.

"Tak perlu khawatir karena saya sudah konfirmasi Kadin dan Apindo belum semua menggunakan industri 4.0. Tapi arahnya tetap ke sana, " katanya.

Karenanya lanjut Hanif Dhakiri perlu disiapkan anak-anak muda dengan skill-skill baru sesuai kebutuhan industri 4.0.

"Karena ciri industri 4.0 kombinasi antara SDM, mesin dan big data, maka anak-anak muda kita harus dibuat friendly dengan dunia internet, teknologi sehingga mereka bisa memgembangkan peran-peran tertentu yang tidak bisa diambil oleh  mesin, " katanya.

 Meski masih membutuhkan waktu lanjut Hanif, penyiapan tenaga kerja skilled yang relevan industri 4.0 menjadi sangat penting.

"Setiap mengalami revolusi industri selalu dipenuhi kekhawatiran. Tapi pada akhirnya manusia tetap survive dengan perubahan-perubahan, karena ada banyak hal yang tidak bisa digantikan komputer, " katanya.

Hanif mengatakan karakter industri 4.0 telah berubah. Dari semula berbasis modal dan sumber daya alam, sekarang karakter industri menjadi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, SDM dan kolaborasi.

Lebih lanjut dia menegaskan dalam era industri 4.0 yang cepat akan mengalahkan yang lambat dan siapa yang responsif terhadap perubahan akan mengalahkan yang tidak responsif.

Adapun terkait volume pelatihan vokasi meningkat sebanyak 4 kali lipat  dari 92.236 di 2015 menjadi 383.132 pada Oktober 2018.

 

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait