real
        time web analytics

Dari Kami

Kenapa DJ Pakai Headphone Cuma Sebelah?


TOPCAREER.ID – Pasti sering lihat disc jockey (DJ) beraksi cuma pakai headphone di satu sisi telinga saja. Ternyata penggunaan headphone di satu sisi itu bukan tanpa maksud, lho. Memang, enggak semua DJ perform harus memakai headphone, namun alat satu ini dianggap sangat membantu DJ ketika mixing.

Fungsi headphone sebenarnya untuk memonitor lagu yang akan di-mixing sehingga hitungannya tepat, dan lagu yang dihasilkan pun sesuai keinginan. Namun, ternyata akan berbeda fungsi pemakaiannya saat di telinga kiri atau di telinga kanan.

Menurut DJ Sherly Silvi, ketika ia menggunakan headphone hanya di telinga kiri itu untuk mendengarkan sound lagu yang keluar dari monitor. Ia menambahkan, itu sebagai patokan bagi DJ untuk mendengarkan musik yang keluar setelah mixing seperti apa.

“Monitor itu speaker-nya ada di dekat kita. Karena kalau kami dengerin musik yang di luar, itu ada delay, dan itu enggak akan sesuai sama musik yang memang keluar dari alatnya,” kata perempuan yang pernah menang sebagai 2nd Winner Popular Pioneer DJ Hunt 2017 ini kepada TopCareer.id.

Sementara, kalau DJ pakai headphone di sebelah kanan saja itu untuk mendengarkan suara yang ada di dalam alat DJ itu saat mixing lagu. Hal ini dilakukan untuk menyamai beat dengan clap-nya.

Jadi, sebelum si DJ mengeluarkan suara yang ada di dalam alat CDJ itu, maka didengarkan dulu melalui headphone. Kalau dirasa sudah sudah pas hitungan serta keserasian antara beat dan clap-nya, barulah dikeluarkan hingga sampai ke party people.

Untuk diketahui, beat mempunyai ciri-ciri seperti ketukan yang konstan, sementara clap sebagai pengiring yang terkadang dalam beberapa lagu di bagian tertentu tidak terdengar.

“Dan itu disesuaikan antara kuping kiri dengerin monitor sama kuping kanan dengerin headphone. Jadi kupingnya harus sinkron. Tujuannya itu nyamain suara dalam sama suara luarnya,” ujar Sherly.

Nah, bagaimana kalau headphone yang digunakan taunya enggak berfungsi dengan baik saat DJ perform? Sherly menyebut kalau sudah begitu, ia hanya berpasrah pada feeling agar beat dan clap bisa sesuai.

“Mau enggak mau feeling. DJ itu kan menghitung, makanya kadang tangannya goyang-goyang, itu menghitung bar, atau enggak mengentak kaki. Biasanya aku potong dulu lagu sampai kena beat-nya, jadi ya ngitung bar pakai feeling. Jadi agak susah aja deteksi beat sama clap-nya.”

0 Comments

Lowongan Terbaru