real
        time web analytics

Dari Kami

Kenapa Makan di Kantor Bisa Lebih Banyak daripada di Rumah


Kenapa Lebih Banyak Makan Saat di Kantor daripada di Rumah

TOPCAREER.ID – Apakah kamu merasa kalau di kantor makan lebih banyak daripada saat makan sendiri di rumah? Ternyata memang ada kaitannya pengaruh sosial dengan apa yang kita makan, lebih banyak atau lebih sedikit. 

Percobaan oleh ilmuwan menemukan bahwa orang makan es krim 40 persen lebih banyak dan 10 persen lebih banyak makaroni juga daging sapi saat berada di kantor daripada saat sendirian.

De Castro menamai fenomena 'fasilitasi sosial' dan menggambarkannya sebagai "pengaruh yang paling penting dan paling luas terhadap makan yang belum teridentifikasi".

Apa yang memperluas selera kita ketika makan dengan orang lain? Kelaparan, suasana hati, atau interaksi sosial yang mengganggu, semua itu diperhitungkan oleh de Castro dan ilmuwan lain. Studi mengungkapkan bahwa kita memperpanjang waktu makan ketika kita makan dalam kelompok, dan kita makan lebih banyak di menit tambahan.

Tampaknya akan masuk akal, ketika makan dengan teman-teman, kemungkinan waktu makan lebih lama, lalu tak terasa tambah menu baru, mungkin kentang goreng. Atau tambah roti bakar. 

Hal ini terungkap dari pengamatan di sebuah restoran Italia: semakin besar pesta makan, semakin banyak pasta dan makanan penutup yang dipesan setiap restoran. Makanan dengan porsi ramai-ramai tampaknya membuat kita lebih lapar, dan terlihat bahwa kita akan memanjakan diri bahkan sebelum memesan. 

Pengamatan semacam itu mendorong C Peter Herman, seorang ilmuwan makanan, untuk mengajukan ‘hipotesis pesta’ –nya, yakni kesenangan adalah paket dari makanan sosial. Dan bahwa kita bersosialisasi sehingga kita semua bisa makan lebih banyak tanpa rasa bersalah karena terlalu banyak makan. 

Orang cenderung makan menyerupai lingkaran sosial terdekat mereka, dan mereka kurang peduli apakah mereka sudah makan berlebihan jika setiap orang makan lebih banyak.

“Kita dapat gagal untuk mengenali obesitas karena telah menjadi mayoritas", kata Sarah-Jeanne Salvy, profesor kedokteran pencegahan di University of Alabama dalam laman BBC.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru