real
        time web analytics

Dari Kami

Kepuasan Belanja Online di Asia Minim, Hanya 57 Persen


TOPCAREER.ID – Kalau ngobrol soal belanja online, ternyata pelanggan di Asia masih kurang puas dengan sistem belanja online di kawasan ini, jika dibandingkan dengan wilayah lainnya, seperti di Amerika Serikat, Brazil, dan Eropa. 

Studi yang dilakukan oleh perusahaan logistik United Parcel Service (UPS) dalam “UPS Pulse of The Online Shopper Study” itu, mensurvei 18.000 pembeli online di seluruh dunia (3.200 di antaranya berasal dari China, Hong Kong, dan Jepang). 

Studi tersebut menunjukkan, kepuasan berbelanja online di wilayah Asia hanya di angka 57 persen, lebih kecil dibanding dengan 5 wilayah lain yang disurvei. Kepuasan belanja online di Amerika Serikat mencapai 85 persen, Eropa 81 persen, Kanada 77 persen, Mexico 87 persen, dan Brazil 88 persen. 

Direktur Pelaksana UPS Filipina Chris J. Buono mengatakan, bagi warga Filipina pengalaman belanja online dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kecepatan pengiriman, akses ke rekening bank dan afinitas untuk belanja mall.

“Orang ingin semuanya lebih cepat di sini. Jika Anda memesan banyak, katakan dari AS atau Eropa, waktu transit untuk datang dari AS bisa sampai empat atau lima hari. Dan orang-orang akan menginginkan barang lebih cepat,” kata Chris dalam laman BusinessWorld.

Chris menambahkan, pelanggan Filipina sangat menuntut soal pengalaman berbelanja online, seperti konsep toko online mulai dari proses pengecekan hingga pengembalian. Mereka menginginkan proses yang cepat dan mudah. 

Permintaan waktu proses yang cepat itu menuntut perusahaan pengirim dan logistik bisa memastikan proses itu mulus dan mudah.

Chris mencatat salah satu tantangan bagi pengecer online di Filipina adalah kenyataan bahwa Filipina masih merupakan masyarakat yang berbasis uang tunai.

“Jumlah orang Filipina yang benar-benar memiliki rekening bank dan jumlah sebenarnya orang Filipina yang benar-benar memiliki kartu kredit cukup rendah, itu sekitar 20 persen. Dan itu jelas berdampak pada kemampuan orang untuk berbelanja online,” jelas Chris. 

Data dari Bangko Sentral ng Pilipinas’ 2017 Financial Inclusion Survey menunjukkan hanya 15,9 juta orang Filipina, atau seperempat dari populasi dewasa di negara itu, memiliki akses ke rekening bank.

Menurut Chris, hal-hal yang diperhatikan pelanggan, yakni kemampuan menyaring produk yang diinginkan orang, membuat proses pemeriksaan lebih mudah bagi konsumen itu sendiri, proses pengembalian, dan bahkan hanya hal menarik dari situs web itu sendiri. 

“Pelanggan hanya akan menjadi lebih mengerti tentang jenis barang yang mereka beli secara online dibandingkan dengan apa yang mereka beli di toko-toko,” tambahnya.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Skills