real
        time web analytics

Dari Kami

Kerja Cerdas Vs Kerja Keras, Kamu yang Mana?


TOPCAREER.ID – Pilih mana kerja keras atau kerja cerdas? Pendekatan dari kedua metode ini berada dalam arah yang berbeda. Tetapi pada dasarnya, keduanya tetap saling melengkapi satu sama lain, ketika keduanya seimbang.

Kedua tipe kerja ini memiliki arah dan fokus yang berbeda, tetapi kita bisa tetap menggunakan kerja keras dan kerja cerdas secara bergantian. Semuanya bisa dijelaskan dengan memahami perbedaan antara keduanya:

Dilansir dari Ziliun, kerja cerdas menunjukkan ke mana kita mengarahkan fokus kita dan bagaimana cara kita memprioritaskan pekerjaan. Mindset ini bertindak sebagai seorang manajer yang membantu kita memprioritaskan waktu dan perhatian kita pada hal-hal yang penting. Mirip-mirip dengan prinsip pareto principle yaitu memanfaatkan 20 persen pekerjaan untuk mendapatkan 80% hasil.

Sementara, kerja keras memberi kita dorongan lebih untuk bertindak. Begitu kita tahu apa yang kita butuhkan untuk memfokuskan perhatian kita, kita akan mendapatkan momentum untuk keluar dari zona “stuck” dan kembali mendapatkan momentum. 

Meskipun sedikit demi sedikit, momentum akan membantu kita untuk mendapatkan progress positif secara konsisten.

Karakteristik kerja keras:

1. Memiliki bobot kesulitan tinggi 

Biasanya pekerjaan yang ada dalam kategori ini sangat terasa perkembangannya di awal tapi semakin sulit seiring berjalannya waktu. Contohnya adalah: bermain alat musik, belajar untuk menulis copywriting yang bagus, atau mempelajari sebuah skill baru.

2. Jelas dan terarah 

Semua kerja keras harus dimulai dari niat dan tujuan yang jelas. Tanpa tujuan yang jelas, tidak ada gunanya kita kerja keras.

3. Anti menyerah

Kalau kita gampang menyerah, biasanya akan susah untuk bisa konsisten. Kita akan seringkali mengalami kegagalan, namun kegagalan itu harus bisa diubah menjadi pembelajaran untuk momen selanjutnya.

4. Waktu yang lebih lama 

Biasanya dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan sesuatu hanya dengan kerja keras, tergantung dengan seberapa konsisten kita melakukannya.

Karakteristik kerja cerdas meliputi:

1. Eksponensial

Pertumbuhan dan progress biasanya datang perlahan-lahan pada awalnya, tetapi peningkatan hasil akan terasa lebih cepat seiring waktu, bahkan hasilnya bisa berkali-kali lipat. Contoh: pekerjaannya adalah membangun audiens bisnis, melakukan investasi properti, atau merancang bisnis model baru.

2. Pekerjaan yang menjadi leverage 

Untuk mendapatkan hasil yang berkali-kali lipat, biasanya dibutuhkan leverage atau pengungkit. Misalnya adalah membuat strategi untuk iklan menggunakan influencer, melatih orang baru agar bisa bekerja secara efektif.

3. Mengutamakan kerja tim

Salah satu tradeoff dari kerja cerdas adalah dengan mengurangi effort pribadi dan melakukan delegasi pekerjaan kepada orang yang lebih ahli. Biasanya kita harus mengurangi keterlibatan personal agar pekerjaan tersebut bisa cepat selesai.

4. Memiliki resiko

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kita memilih untuk mendelegasikan pekerjaan ke orang lain, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti salah paham atau miskomunikasi. Untuk mengurangi resiko tersebut, kita bisa melakukan risk management dan komunikasi yang lebih baik  untuk mengurangi potensi dampak dari resiko tersebut.

 

0 Comments