real
        time web analytics

Dari Kami

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Interview


TOPCAREER.ID – Ketika kamu tidak lolos setelah tahap interview pertama, mungkin kamu melakukan beberapa kesalahan sederhana yang biasa dilakukan palamar kerja. Ada beberapa kesalahan yang dilakukan pelamar kerja dan mengurangi nilainya di mata tim rekrutmen.

Kepada TopCareer.id, Business Director perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, PT Permata Indosejahtera, Benny Chrisdianto menjelaskan beberapa kesalahan yang sering dilakukan para kandidat pekerja.

Gugup

Menurut Benny, ia sering sekali menemui kandidat yang gugup ketika diinterview. Kalau sudah gugup begitu, maka otomatis cara bicara tidak jelas, terbata-bata, tampak gelisah. Sikap seperti itu yang membuat interviewer merasa tidak nyaman selama wawancara.

“Kemudian kalau dia bicara itu intonasinya tidak jelas, jadi saya selalu bilang ulang. Banyak banget kayak gitu. Atau jadi enggak fokus. Kalau begitu ya kami enggak bisa ambil (rekrut), masa ambil karyawan enggak fokus kerja,” ujar Benny.

Ketika orang berada dalam kondisi gugup, lanjut Benny, maka semua gerak-geriknya pun tampak tidak tenang. Mulai dari pandangan mata, kemudian posisi duduk yang kurang nyaman, atau ada anggota tubuh yang goyang-goyang, seperti kaki. Hal itu bisa merusak proses berjalannya interview.

Tidak Memahami Perusahaan

Benny bertutur, ada kandidat yang ketika ditanya soal perusahaan, malah tidak bisa menjawab dengan benar. Ia mengingatkan kepada kandidat agar mencaritahu perusahaan yang dilamar terlebih dahulu sebelum melakukan interview.

Menurutnya, kandidat seperti itu membuat interviewer malas untuk melanjutkan sesi interview lebih jauh. Ia menilai kandidat yang tidak mengetahui soal perusahaan menandakan bahwa dirinya tidak siap untuk bekerja di perusahaan dan mengikuti budaya perusahaan. “Itu berarti enggak siap kerja.”

Kesalahan Penampilan

Benny menyampaikan bahwa untuk memenangkan hati interviewer salah satunya lewat penampilan. Namun, kata dia, masih ada saja kandidat yang berpenampilan tidak sesuai dengan budaya perusahaan yang dilamar.

“Saya pernah ngusir orang pakai sandal, saya bilang ‘Kamu enggak niat kerja. Kami enggak bilang kamu enggak diterima.’ Dia masih diberi kesempatan, tapi hal itu jadi mengurangi kredit poinnya,” ucap Benny.

Tapi, penampilan itu tidak mengurangi keahlian kandidat jika memang benar-benar ahli dalam bidangnya. Namun, kalau keahlian kandidat hanya rata-rata, ya kandidat dengan penampilan yang tidak rapi itu bisa tersingkir dengan kandidat lainnya.

“Ada yang bau badan. Ruangan kami jadi ikut bau begitu dia keluar kami harus semprot (pengharum ruangan),” pungkas Benny.

0 Comments

Lowongan Terbaru