real
        time web analytics

Dari Kami

Ketahui Jenis Pajak untuk Pengusaha UMKM


TOPCAREER.ID – Bagi Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ada satu hal yang penting dn tak boleh dilewatkan pengurusannya, yakni soal pajak. Ada pajak UMKM yang harus diketahui agar tidak jadi pengusaha tukang ngemplang. 

Ketika Anda mendaftarkan perusahaan atau badan usaha Anda pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP), maka Anda akan memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Nah, di SKT tersebut disebutkan pajak-pajak apa saja yang harus dibayarkan.

Pajak yang akan dikenakan tergantung pada jenis transaksi yang dilakukan dan jumlah omzet usaha Anda dalam satu tahun. Berikut jenis-jenis pajak UKM/UMKM.

PPh Final

PPh Final ini merupakan nama lain dari  PPh Pasal 4 ayat 2. Ada berbagai macam objek PPh Final, seperti untuk sewa bangunan, jasa konstruksi, pajak atas obligasi, pajak atas peredaran bruto (omzet) usaha.

Pada Juni 2018 lalu, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak (WP) yang Memiliki Peredaran Bruto (Omzet) Tertentu. 

Aturan itu diperkenalkan sebagai revisi PPh final untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dari yang tarifnya 1 persen jadi 0,5 persen. Tarif PPh final 1 persen sebelumnya tertuang dalam PP Nomor 46 Tahun 2013.

Kriteria WP yang dikenakan PP 23/2018 ini adalah mereka dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun. PP ini juga mengatur ketentuan tarif PPh final 0,5 persen memiliki jangka waktu pengenaan, yakni 7 tahun bagi WP Orang Pribadi; 4 tahun bagi WP Badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer, dan firma; serta 3 tahun untuk perseroan terbatas.

Pajak Penghasilan PPh Pasal 21

Pajak Penghasilan PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honor, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan bentuk apapun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan lainnya. Pelaku usaha diwajibkan membayar jika usaha yang Anda jalankan memiliki pegawai.

Pajak Penghasilan PPh Pasal 23

Pajak penghasilan (PPh) Pasal 23 adalah pajak yang dipotong atas penghasilan yang berasal dari modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan. Biasanya PPh Pasal 23 dikenakan saat adanya transaksi di antara kedua belah pihak.

Pihak yang berlaku sebagai penjual atau penerima penghasila atau pihak yang memberi jasa akan dikenakan PPh Pasal 23. Sementara pihak pemberi penghasilan atau pembeli atau pihak penerima jasa akan memotong dan melaporkannya kepada kantor pajak.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait