real
        time web analytics

Dari Kami

Ketika Fotografer Motret Model Cantik, Siapa Bayar Siapa?


TOPCAREER.ID – “Siapa yang lebih punya power dia yang punya kekuatan untuk nego.” Hal itu seperti yang dikatakan fotografer model Charles Widjaja ketika ditanya terkait pekerjaannya yang berhubungan dengan model-model cantik, siapa yang harus membayar siapa?

Apakah model membayar fotografer untuk portofolionya? Atau malah fotografer yang membayar model untuk foto koleksi dan kepentingan komersilnya? 

Charles menjawab bahwa semakin senior, maka dia yang akan memiliki berkuasa untuk negosiasi, ya antara fotografer yang senior atau malah modelnya yang sudah punya banyak jam terbang. 

Lebih lanjut Charles menjelaskan, ketika si model baru terjun dan ingin membuat portofolio, sementara fotografer memiliki pengalalaman lebih banyak, maka kasusnya bisa saja model yang membayar fotografer. 

Atau fotografer bisa saja bersedia memberikan jasanya-di luar penyewaan tempat dan wardrobe- untuk model baru ini dengan sukarela. Pada dasarnya si fotografer akan tetap mendapat hasil foto untuk koleksi sosial medianya. 

“Begitu juga sebaliknya, ketika kami (fotografer) baru belajar, sedangkan model ini sudah senior, ya dia (fotografer) yang musti bayar modelnya,” kata Charles saat ditemui oleh TopCareer.id

Sementara, kalau fotografer dan model masih baru atau sama-sama belum memiliki banyak jam terbang, maka mereka bisa saling bertukar portofolio tanpa harus ada negosiasi siapa yang membayar siapa. 

Charles mengibaratkan sebagai simbiosis mutualisme, yang sama-sama menguntungkan. Jadi, model dapat koleksi foto modelnya, sementara fotografer juga bisa membangun portofolionya sendiri. 

Nah, kalau fotografer membutuhkan foto komersil seperti untuk katalog, maka ia yang akan mencari model yang mungkin sudah profesional dan dibayar. 

“Model yang ingin portofolio, dia manggil saya pun bayar. Jadi batasan harga siapa bayar siapa, tergantung sama senior sih.”

Harga model yang harus dibayar fotografer

Untuk beberapa kebutuhan komersil, maka fotografer akan memaggil model sesuai kebutuhan. Nah, bayaran untuk model di tiap kebutuhan fotografer ini berbeda-beda. Misal, untuk model yang baru terjun, bisa saja hanya dibayar uang makan dan transport dalam satu kali pemotretan. 

Menurut Charles tak ada patokan bayaran yang harus diberikan kepada model secara jelas. Semua akan kembali lagi kebutuhannya seperti apa. Ada juga model yang dibayar di kisaran Rp300-500 ribu dalam sekali pemotretan. 

“Ada juga yang sejuta dua juta. Satu sesi pemotretan biasanya 3-4 jam, tergantung juga kedekatannya, kadang diselingi ke kafe dulu,” pungkas Charles. 

Bayaran model itu akan bergantung pada kesepakatan awal seperti apa, negosiasinya bagaimana sehingga menemui jalan yang bisa sama-sama saling menguntungkan. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru