real
        time web analytics

Dari Kami

Ketika Konservator Beraksi Awetin Benda Koleksi


TOPCAREER.ID – Biasanya setelah dilakukan perawatan, benda koleksi museum yang umurnya tua-tua itu bakal dilakukan pengawetan. Lalu bagaimana ya caranya para konservator melakukan pengawetan benda-benda koleksi museum biar tahan lama.

Konservator sekaligus Kepala Seksi Pengawetan Museum Nasional Indonesia (MNI), Dyah Sulistyani mengatakan, tahap pengawetan merupakan langkah preventif atau pencegahan kerusakan kembali setelah dilakukan perawatan.

Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pembungkusan dan pelapisan berdasarkan pada bahan koleksi. Seperti dalam kasus kain Tinggi Kumbu, Dyah melakukan pengawetan dengan cara membungkus kain tersebut dengan kertas bebas asam.

Sedangkan pada material koleksi berbahan organik, seperti kayu, bambu, dan lainnya, dapat dilapisi dengan parafin atau larutan paraloid B 72 tergantung dari koleksinya.

Ia melanjutkan, untuk koleksi dari bahan anorganik, seperti perak,emas, dan perunggu dapat dilapisi (coating) dengan larutan paraloid B 72. Kemudian setelah itu, biasanya benda koleksi tersebut akan dibungkus dengan kertas bebas asam, untuk selanjutnya disimpan di ruang simpan.

“Jangan sampai sudah dibersihkan, dia (benda koleksi) ada kontak dengan udara kemudian kami tekan (Relative Humidity) RH-nya dengan silica gel. Dari situ baru nanti ditaruh di ruang simpan atau di ruang pamer jika tidak dibungkus,” ucap Dyah.

Lebih dalam Dyah menjelaskan bahwa tugas lain dari seksi pengawetan adalah melakukan pemantauan lingkungan mikroorganisme termasuk di dalamnya lingkungan koleksi.

“Artinya jika temperatur kelembapan ruang pamer atau ruang simpan dimanipulasi sesuai dengan standar yang ada, meski kondisi koleksi mengalami kerusakan, tetapi harapannya hal itu terjadi secara lambat. Selain itu juga, fumigasi, pelapisan dan pembungkusan itu juga bagian dari tanggung jawab pengawetan,” papar Dyah.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru