real
        time web analytics

Dari Kami

Kurikulum Ini Bikin Siswa Pilih Mata Pelajaran yang Disuka


TOPCAREER.ID – Ketika belajar di sekolah, para siwa kerap disuguhi teori dari berbagai mata pelajaran tanpa tahu apa yang mereka ingin pelajari sesungguhnya. Tapi ada nih kurikulum belajar internasional yang bikin siswanya dibimbing untuk memilih mau mendalami ilmu apa. 

Senior Country Manager Indonesia of Cambridge Assesment International Education (Cambridge International), Dianindah Apriyani mengatakan bahwa kurikulum Cambridge ini sangat fleksibel. Lantaran fokusnya adalah mengajarkan apa yang siswa ingin pelajari dan dibutuhkan secara kemampuan. 

“Sekolah ketika mengimplementasikan kurikulum kami itu sangat fleksibel, menawarkan subjek yang berbeda-beda pada siswa, jadi apa yang ingin siswa butuhkan untuk mereka pelajari. Kurikulum ini juga menginspirasi siswa agar bisa menemui hal baru, dan senang belajar,” kata Dian kepada media.

Karena merupakan kurikulum internasional, maka sekolah yang menggunakan Cambridge program ini sudah pasti siswanya bakal aktif berbicara dalam bahasa Inggris. Itu juga yang menjadi kelebihan tersendiri, yakni membuat anak aktif berbahasa Inggris. 

Selain fleksibilitas dalam memilih pelajaran, kurikulum Cambridge juga mengajarkan kompetensi standar yang dibutuhkan di era ini. Sehingga kelak, para graduate dari kurikulum Cambridge tak canggung menghadapi persaingan era global.

“Jadi melengkapi siswa dengan skills dan kompetensi yang dibutuhkan untuk hidup mereka. Bukan cuma sekadar lulus ujian nilai bagus, lulus dapat universitas bagus, atau kerja dengan gaji tinggi, ya semua itu memang idaman, tapi yang penting adalah jadi pembelajar seumur hidup,” ucap Dian. 

Enggak cuma diberikan teori dan pasif belajar satu arah, Cambridge curriculum mengajarkan siswa untuk memiliki pemikiran yang kritis, berpikir kreatif, mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Beserta kemampuan analisis dan observasi. 

Namun, dengan segala pembelajaran yang mengarah pada persiapan era gobal dengan pandangan internasional, bukan berarti semuanya jadi “kebule-bulean”. Para siswa tetap akan belajar sesuai aspek lokal Indonesia di wilayah sekitar. “We think globally, act localy,” pungkas Dian. 

Untuk Indonesia sendiri, setidaknya kini ada 218 sekolah yang menggunakan kurikulum bertaraf internasional ini. Jumlah itu tersebar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Memang penggunaan kurikulum Cambridge lebih didominasi oleh sekolah swasta. Namun ada dua sekolah negeri yang sudah menggabungkan kurikulum nasional dengan Cambridge. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru