real
        time web analytics

Dari Kami

Lima Industri yang Paling Sering Gunakan Jasa Voice Over


TOPCAREER.ID – Disadari atau tidak, voice over kerap mewarnai aktivitas harian manusia, dan ke depan akan semakin berkembang memasuki era digital. Tak menutup kemungkinan industri-industri membutuhkan voice over untuk menunjang bisnis mereka. 

Dilansir dari laman Voiceover, berikut beberapa industri yang menggunakan voice over dalam bisnisnya.   

1. Periklanan

Industri periklanan menggunakan voice over untuk mempromosikan barang atau jasa sehingga iklan yang disampaikan menjadi lebih persuasif dan bermakna. Periklanan termasuk industri yang mempunyai porsi besar dalam menggunakan jasa voice over. 

2. Video Game

Siapa yang tidak kenal dengan video game saat ini, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Semakin banyak produksi video game untuk konsumen di setiap kalangan, maka permintaan akan voice over video game juga ikut naik. Bisa dibilang, voice over merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah video game. Mulai dari mengisi suara karakter sampai ke efek suara.

3. Hiburan

Voice over juga akrab dengan dunia hiburan, misal untuk tujuan entertainment yang nantinya mampu meningkatkan kualitas hiburan menjadi lebih apik. Dubbing film, animasi, video game merupakan beberapa contoh di dalam dunia hiburan yang menggunakan jasa voice over profesional.

4. Kesehatan 

Voice over tak hanya dianggap sebagai media penghibur saja, tetapi juga ikut ambil bagian dalam mengedukasi, salah satunya bidang kesehatan. Dalam industri ini, voice over bisa digunakan dalam video pelatihan untuk menjelaskan sebuah situasi kepada calon petugas kesehatan. Atau mungkin digunakan dalam video informasi kesehatan yang disampaikan kepada masyarakat. 

5. Penyiaran 

Perusahaan-perusahaan di Indonesia banyak yang menggunakan radio dan televisi sebagai sarana untuk promosi produk atau jasa mereka yang tentunya melalui sebuah iklan. Industri penyiaran juga bisa meliputi sektor public lainnya, seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan, organisasi keagamaan dan LSM.

 

0 Comments