real
        time web analytics

Dari Kami

Mantap! Profesi Bidang Kreatif Paling Aman dari Job Disruption


TOPCAREER.ID – Sebut saja pekerjaan seniman atau profesi di industri yang membutuhkan kreativitas tinggi kerap dinilai tak memiliki stabilias dalam jenjang karier. Namun, di era otomasi dan zaman job disruption ini, keadaan itu akan berubah. Karier di bidang kreatif malah dinilai paling bisa diandalkan. 

Hal itu seperti yang dikatakan oleh sejarawan dari Israel, Yuval Harari. Ia mengatakan bahwa teknologi baru yang kian berkembang akan menyebabkan banyaknya pekerjaan atau profesi yang hilang dalam waktu dekat atau yang dikenal dengan job disruption.

Ia memperkirakan setidaknya untuk saat ini, hanya karier dengan aspek kreatif yang punya kemungkinan kecil terpengaruh oleh perkembangan teknologi, seperti ditiru oleh robot atau memiliki imitasinya.

“Sangat pasti bahwa banyak pekerjaan akan hilang, terutama yang lebih monoton atau berulang. Pekerjaan yang membutuhkan tingkat kreativitas yang tinggi akan lebih aman, setidaknya untuk jangka pendek,” kata Harari seperti dilansir dari laman CNBC. 

Berdasar penelitian Harari terkait ekplorasi prospek kemanusiaan di masa depan, tidak ada yang salah dalam menyingkirkan pekerjaan yang berulang dan membosankan, atau disruptive jobs. Ia mengaku mendukung hal tersebut, bahwa pekerjaan baru yang lebih bermakna bisa diciptakan.

Namun, Harari memperingatkan terhadap munculnya “kelas yang tidak berguna”, yakni mereka yang banyak tersisa lantaran kehilangan pekerjaan. Sehingga meminta individu dan lembaga untuk berbuat lebih banyak demi memastikan orang tersebut mampu meningkatkan keterampilan dan mengambil peran baru.

“Yang harus benar-benar dilindungi bukan pekerjaannya, melainkan manusia itu. Saya pikir bahaya besar munculnya kelas tak berguna ini bukan karena kehilangan pekerjaan mutlak, tapi karena kesulitan dalam pelatihan ulang dan menemukan kembali diri yang baru,” jelas Harari.

Analis setuju bahwa kemajuan teknologi dalam ruang otomasi, Artificial Intelligence (AI) dan robot kemungkinan akan menyebabkan hilangnya beragam pekerjaan di tahun-tahun mendatang. Namun, masih ada ketidakpastian besar dalam job disruptive ini. 

Perusahaan konsultasi McKinsey memperkirakan bahwa fenomena hilangnya pekerjaan secara global bisa terjadi di mana saja, dari 400 juta hingga 800 juta pada tahun 2030. Sementara, organisasi untuk kerja sama ekonomi dan pembangunan, menempatkan angka tersebut mendekati 14 persen dari pekerjaan di negara maju. 

 

 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru