real
        time web analytics

Dari Kami

Masinis Tak Boleh Ambil Cuti Saat Lebaran


TOPCAREER.ID – Pekerjaan pada bidang pelayanan publik atau jasa biasanya sulit sekali libur pada hari-hari besar, seperti lebaran. Sebut saja masinis, profesi yang masuk dalam bidang penyedia transportasi ini tidak boleh ambil cuti saat masa-masa lebaran. Jam kerja pun akan seperti hari-hari biasa.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa menyebutkan bahwa semua karyawan PT KCI tidak boleh mengambil cuti lebaran mulai tanggal 5 Juni hingga 29 Juni 2018.

Hal tersebut juga dinyatakan oleh salah satu masinis commuterline Unit Pelayanan Traksi (UPT) Crew Bekasi, Roni Raisman. Menurutnya, ada momen-momen di mana seluruh karyawan PT KCI tak boleh ambil cuti lantaran termasuk waktu-waktu sibuk untuk melayani para pengguna jasa (penumpang).

“Kalau hari-hari seperti natal dan tahun baru, atau misalkan sekarang nih Lebaran, Idulfitri, itu seluruh pegawai kereta di mana pun tidak boleh mengambil cuti tahunan. Paling cutinya ya itu setelah masa libur lebaran, biasanya H+10, atau seminggu abis lebaran, itu baru boleh cuti,” kata Roni kepadaTopCareer.id.

Roni memaparkan bahwa jam kerja masinis tak akan berbeda ketika memasuki hari-hari libur lebaran, yakni tetap memenuhi tanggung jawab 6-8 jam kerja dalam sehari. Jadwal mengemudikan kereta pun tetap seperti biasa, yakni libur satu hari setelah 5 hari kerja.

Nah, ada kalanya ketika masinis mendapat jatah libur, saat itu juga jatuh tanggal di hari raya lebaran. Menurut Roni, itu seperti untung-untungan. “Kalau libur sehari ya sehari aja. Libur pas Lebaran ya itu rezekinya. Emang rata-rata sih harus siap buat tidak pulang, udah jadi risiko kerja.”

Tapi, ada tambahan uang nih, kalau misalkan para masinis ini harus bekerja saat hari libur nasional. Pekerja atau karyawan kantoran mungkin sering menyebutnya dengan istilah jatah lembur.

Penentuan berapa jatah yang diterima masinis saat bekerja di hari libur itu tergantung dari berapa jarak kilometer yang ditempuh dalam sehari. Ketika ditanya berapa besaran yang diterima saat bekerja di hari libur, Roni enggan menjawab secara detail.

“Persennya beda-beda, tergantung lintas jarak jauhnya, per jarak dihitungnya. Kalau pastinya saya enggak bisa mastiin, intinya pasti ada lah. Dari normal ke tanggal merah nasional yah sekitar 50-70 persen dari uang jalan harian, bukan gaji,” pungkas Roni.

0 Comments

Lowongan Terbaru