real
        time web analytics

Dari Kami

Mau Jadi Fotografer, Bingung Pilih DSLR atau Mirrorless?


TOPCAREER.ID – Kalau ikutin perkembangan zaman, menggunakan kamera mirrorless rasanya kekinian sekali di dunia fotografi. Namun, masih banyak juga yang menggunakan DSLR sebagai pilihan yang tepat, apalagi para profesional. Bagi pemula dunia fotografi, mungkin masih kebingungan musti pilih mana.

DSLR dan mirrorless sudah tampak berbeda jika dilihat dari bodi kamera, kemudian harganya, kualitas bagaimana? Fotografer model dan juga portrait, Charles Widjaja menyampaikan bahwa memang ada banyak perbedaan antara mirrorless sebagai kamera zaman sekarang dengan DSLR.

DSLR atau Digital Single Lens Reflect, yakni kamera yang meggunakan cermin (mirror) di dalamnya, jadi ketika dijepret, maka mirror ini akan naik. Mirror ini diletakkan di depan sensor gambar yang nantinya memantulkan apa yang ditangkap oleh sensor saat tombol shutter ditekan. 

Sementara, kamera mirrorless jika dilihat dari namanya menunjukkan bahwa kamera ini tidak menggunakan cermin (mirrorbox) untuk menangkap gambar. Meski tanpa cermin, teknologi mirrorless dibuat sedemikian rupa hingga tetap menghasilkan jepretan yang kualitasnya menyamai DSLR. 

Dengan mirrorless, fotografer juga tak perlu repot mengintip saat membidik gambar. Dari layar, fotografer bisa langsung melihat perubahan hasil exposure ketika melakukan setting kamera terkait ISO, white balance atau aperture-nya. 

Bodi Kamera

Adanya mirror dalam DSLR menjadi alasan kenapa bodi kamera ini lebih besar daripada mirrorless. Sedangkan mirrorless yang menghilangkan mirrorbox punya bodi yang lebih kecil, namun dinilai lebih compact

DSLR punya lebih banyak tombol di bodi kamera sehingga membutuhkan ruang yang mencukupi untuk menempatkan semua tombol itu. “Lebih mudah (mirrorless) dan enteng banget nih, hasilnya pun tidak kalah sama DSLR,” kata Charles kepada TopCareer.id.

Ketersediaan lensa

Karena DSLR merupakan teknologi yang lebih dulu hadir daripada mirrorless, maka variasi lensa sudah lebih banyak dibanding mirrorless. Bahkan setiap merek DSLR pasti punya deretan lensa-lensa pilihan, seperi lensa fix, kemudian lensa tele, juga fish eye

Sementara, mirrorless yang termasuk baru di dunia fotografi ini belum punya banyak pilihan lensa. Ada, tapi tidak sebanyak DSLR. Saat ini masih terbatas untuk kamera dengan level pro atau premium. 

“Orang punya kebutuhan masing-masing, mirrorless baru muncul. DSLR merupakan teknologi lebih lama jadi aksesorisnya lebih gampang, lebih mudah didapat. Mirrorless memang awal-awal bahkan enggak kompatibel, namun lama-lama akan menyesuaikan,” kata laki-laki yang pernah bekerja sebagai kontraktor ini.

Baterai 

Bodi mirrorless yang didesain simple itu punya keterbatasan dalam menyimpan baterai kapasitas besar sehingga kamera ini lebih boros. Mirrorless yang bisa menjepret tanpa membidik lewat kaca pembidik juga jadi lasan kenapa baterai kamera ini cepat habis lantaran butuh daya besar untuk menampilkan gambar di layar. 

Dengan tubuh yang besar, DSLR bisa menggunakan baterai dengan kapasitas yang besar pula. Oleh karena itu, DSLR bisa memotret hingga seharian tanpa harus mengganti baterai. Sementara, kalau ingin memotret dengan mirrorless harus membawa baterai cadangan. Satu baterai mirrorless rata-rata hanya bisa dipakai untuk mengambil foto sekitar 200-300 gambar saja.

Harga

Soal harga, mirrorless dinilai lebih murah pada awal kemunculannya dibanding dengan DSLR. Namun, berangsur seiring dengan membaiknya kualitas mirrorless, haraganya pun perlahan menyesuaikan. Belakangan, kamera mirrorless tipe high end masuk dalam kategori mahal. 

Namun, jika sama-sama dibandingkan dengan DSLR tipe high end, kamera mirrorless masih terbilang lebih murah. “DSLR termahal saat ini Nikon sekitar Rp80-90 juta dibandingkan dengan mirrorless paling mahal Rp65 juta,” ujar Charles.

Kualitas Gambar

Di awal kemunculannya, kamera mirrorless belum mampu menawarkan kualitas gambar yang bisa menyamai DSLR. Bahkan lebih buruk lantaran masih banyak noise, kemudian warna yang tidak tajam. Itu semua lantaran masih menggunakan sensor gambar yang lebih kecil.

Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, mirrorless mampu meminimalisasi kekurangannya itu bahkan menyamai kualitas DSLR. Jika DSLR punya kamera full frame untuk kalangan  profesional, mirrorless pun telah mengenalkan kamera dengan sensor fullframe

“Secara kualitas, DSLR yang dulu dengan mirrorless sekarang, saat saya buka files zaman dulu dengan mirrorless sekarang jauh, bagusan mirrorless. Lalu, mirrorless sekarang dengan DSLR sekarang itu sama, menurut saya. Bisa mencoba dan lihat sendiri, tajam mana, bagus mana.” 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru