real
        time web analytics

Dari Kami

Mengenali Babak, Kunci Skenario Naskah Film


TOPCAREER.ID – Ketika ingin membuat tulisan, ada yang perlu membuat kerangka dulu, tak terkecuali dalam penulisan naskah skenario film. Kerangka tulisan dalam naskah skenario yang standar itu akan terdiri dari tiga babak. Namun, tiga babak bukanlah patokan utama, semakin bekembang, babak itu bisa kian bereksperimen. 

Penulis naskah scenario film, Laila Nurazizah menuturkan kunci naskah scenario film itu memang terdiri dari tiga babak yang tiap babaknya mempunyai cerita masing-masing. Sementara, untuk Hollywood atau bahkan film Korea punya formula kunci babak atau sequence sendiri. 

“Skenario itu rigi banget ada 8 babak, kalau enggak 8 babak itu udah enggak enak. Itu Hollywood punya. Kalau Korea suka eksperimen pakai 7 babak atau berapa gitu. Sebenernya litteraly babak kan cuma ada 3, depan , tengah, dan belakang,” kata perempuan yang akrab disapa Lele ini kepada TopCareer.id. 

Jika dilihat dari beberapa sumber, babap pertama dalam standar penulisan skenario film ini berisi setting atau latar cerita yang dibuat seperti apa. Lebih kepada memperkenalkan karakter serta genre cerita yang sudah ditentukan, komedi kah, atau action kah, atau romansa. 

Kemudian setelah protogonis sudah menentukan tujuan atau goalnya, maka bisa lanjut ke babak kedua. Babak ini seperti bagian utama dalam cerita, sebut saja inti cerita. Apalagi babak ini menentukan protagonist bakal bertemu berbagai masalah juga konflik yang melanda. 

Lalu di babak ketiga, seperti penyelesaian dalam cerita, biasanya berisi konfrontasi akhir dari tujuan. Di babak ini, akhir film bisa dibuat seemosiaonal mungkin. 

Dari babak-babak yang sudah ditentukan itu, kata Lele, sebenarnya menulis skenario itu bisa diukur dan sangat tersrtuktur. Apalagi tiap babak atau sequencing itu akan dihitung menit demi menitnya seperti apa sehingga menghasilkan cerita yang luar biasa. 

“Sequencing dihitung sama mereka, menit satu menit dua, selanjutnya dihitung,” ujar Lele. 

Sementara, jika melihat babak skrip film barat sebenarya tak jauh berbeda dengan standar awal, hanya formulanya memakai standar 8 babak. Delapan babak penulisan script film itu berdasar dari Paul Gulino dalam bukunya Screenwriting: The Sequence Approach. 

Misal pada sequence satu diawali oleh teka-teki, pertanyaan yang ddipakai untuk menstimulasi keingintahuan penonton. Dalam bahasa Hollywood, ini adalah adegan pembuka yang kuat untuk menarik penonton.

Sequence 2 berupa ketegangan utama (pertanyaan dramatis sentral) ditetapkan. Ini memperkenalkan tema dan tindakan yang potensial. Sequence 3, tokoh protagonis mencoba menyelesaikan konflik. Ini biasanya gagal, memulai tarikan ke atas zig-zag tegangan (komplikasi). 

Sequence 4, perbaikan mudah pasti membuat ini lebih buruk (pembalikan), ada upaya putus asa untuk kembali ke normalitas. Sequence 5, protagonis bergulat dengan konflik yang semakin intensif seiring aturan main berubah. 

Sequence 7, resolusi yang tampak sebelumnya bukanlah kesimpulan akhir. Perkembangan yang tidak terduga terjadi, taruhannya meningkat dan protagonis sering akan mengubah tujuan sepenuhnya (rintangan terakhir) pada kecepatan yang lebih hingar-bingar. 

Sequence 8, keseimbangan dipulihkan dan protagonis dapat memulai kehidupan baru mereka di dunia baru mereka. Biasanya ada coda, atau epilog dan memungkinkan protagonis untuk menetap di dunia baru mereka.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru