real
        time web analytics

Dari Kami

Millennial Lebih Stres Karena Pekerjaan


TOPCAREER.ID - Semua orang bekerja pasti pernah mengalami stres terkait kariernya. Tapi jika dibandingkan, stres yang dirasakan pekerja muda zaman sekarang lebih berat dari pada generasi sebelumnya. Millenial yang berusia 18 hingga 37 tahun itu bahkan dua kali lebih tertekan dari pada para baby boomer di tempat kerja. Apa penyebabnya?

Hal tersebut terungkap dalam survei terbesar yang pernah dilakukan di Inggris mengenai kesehatan mental di dunia kerja. Ditemukan jika seperempat atau tepatnya 28% dari pekerja millenial mengaku mengalami stres. Sedangkan tidak sampai setengah senior mereka yang lahir di periode baby boomer mengatakan demikian. Berdasarkan riset, hanya 12% orang yang berusia 53 hingga 71 tahun mengalami rasa tertekan berlebihan saat bekerja.

Riset yang dilakukan pada 5.631 orang ini pun mengungkap jika beban pekerjaan memang bisa sangat mempengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan.

"Sebuah pekerjaan bagus di mana kita merasa aman dan didukung bisa mendorong kesehatan mental kita. Tapi kondisi kerja yang jelek dan tidak aman dapat mengacaukan kesehatan mental," kata perwakilan Mental Health Foundation, Richard Grange seperti dilansir Inside.

"Millenial lebih mungkin berhadapan dengan kontrak yang membuat 'insecure', sedikitnya bayaran, dan beratnya beban pekerja pemula," tambah Richard mengenai penyebab.

Beban yang dirasakan millennial memang berbeda dari pada generasi sebelumnya. Meski teknologi semakin canggih dan bisa memudahkan pekerjaan, saingan dan tanggung jawab yang dipikul anak-anak muda zaman sekarang lebih berat. Begitu juga dengan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan.

"Sebuah gelar, misalnya, dulu dianggap sebagai kunci kesuksesan. Tapi sekarang tidak lagi seperti itu. Semakin banyak kita mengerti bagaimana pengalaman kerja berubah, semakin kita tidak terkejut mengenai mengapa mereka mengalami stres tingkat tinggi," tutur Richard.

Dari survei, ditemukan sejumlah alasan lain mengapa para millenial sangat stres dalam pekerjaan. Salah satunya adalah karena tekanan untuk memiliki rumah yang harganya semakin melambung dari tahun ke tahun. Karena perubahan industri, banyak pula yang mengeluh mengenai ketidakpastian pekerjaan dan kesulitan naik jabatan.

Meski dialami banyak orang, sayangnya hanya 14% millennial dan baby boomer yang berani membicarakan kondisi stresnya pada manajer. Karena itu, diperlukan upaya dari perusahaan dan pemerintah untuk sama-sama meminimalisasi terganggunya kesehatan mental.

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru