real
        time web analytics

Dari Kami

Negara Ini Punya Banyak Pilot Perempuan


TOPCAREER.ID – Menurut International Society of Women Airline Pilot, dari seluruh pilot yang ada di seluruh dunia, presentasi pilot perempuan hanya 5,18 persen atau 7.409 pilot. Namun, di satu negara, angka pilot perempuan melonjak hingga 13 persen. Negara itu adalah India. 

Kenaikan jumlah pilot perempuan di India ini sering dengan tumbuhnya industri penerbangannya dengan kapasitas penerbangan domestic India yang tumbuh 22 persen. Bahkan angka ini menjadikan India sebagai pasar pnerbangan dengan petumbuhan tercepat di dunia.

Nah, untuk memenuhi permintaan pasar penerbangan domestic yang melesat itu, maskapai penerbangan India seperti SpiceJet dan IndiGo merekrut pilot dengan tariff luar biasa, dan banyak di antaranya merupakan perempuan. 

Sementara armada pilot di kedua maskapai, saat ini sudah 12-13% perempuan. Bahkan SpiceJet berencana menaikkan angka itu untuk memiliki staf pilot yang sepertiga perempuan dalam tiga tahun. 

Federal Aviation Administration bahkan menyebutkan baahwa lebih dari 12 persen siswa terbang sekarnag adalah perempuan, dan dari India, angka itu berlipat ganda. 

Profesi pilot di India merupakan salah satu dari sedikit profesi tanpa kesenjangan upah berdasar gender. Upah percontohan di India ditentukan oleh perjanjian serikat pekerja dan didasarkan pada kombinasi jam terbang dan senioritas, ada sedikit ruang bagi bias gender untuk meresap. Jadi, profesi ini merupakan peluang kerja yang sangat diincar. 

Dari maskapai terbesar di dunia, United Airlines (maskapai Amerika Serikat) memiliki jumlah pilot perempuan tertinggi yaitu 7,4 persen, sementara maskapai lain seperti Southwest, yakni 3,6 persen. British Airways, yang situs webnya diretas secara besar-besaran selama beberapa minggu terakhir, dan Lufthansa melengkapi posisi tiga dunia.

Lambatnya pertumbuhan jumlah pilot perempuan di seluruh dunia ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya soal mahalnya biaya pendidikan. Sebuah survei tahun 2010 terhadap 157 pilot perempuan mengidentifikasi pelatihan penerbangan yang mahal sebagai alasan utama mengapa perempuan tidak mengejar karier. 

“Apa yang mungkin menjadi jawaban yang lebih mendalam adalah hubungan yang sangat berbeda antara laki-laki dan perempuan dengan mesin/alat berat. Jika anak laki-laki sering didorong untuk membuat tangan mereka kotor dan bereksperimen dengan benda-benda mekanik sejak usia muda, kebanyakan anak perempuan tidak,” tulis  Jordan Bishop, founder of Yore Oyster dalam Forbes.

Bayaran tinggi yang dipatok itu cukup memberatkan kaum perempuan untuk mengejarkarier mereka di industri burung besi ini. Akademi Penerbangan Amerika membebankan biaya lebih dari USD50.000 untuk satu tahun pelatihan. Yang benar-benar penting, tentu saja, bukan jenis kelamin pilot, tetapi bagaimana kinerja pilot itu.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Skills