real
        time web analytics

Dari Kami

Ngaku-Ngaku Multitasking Dapat Tingkatkan Kinerja


TOPCAREER.ID – Kerja dengan cara multitasking sering dianggap ribet dan melelahkan. Tapi itu semua hanya soal pola pikir, yang malah bisa jadi kunci suksesnya bergerak multitasking. Berdasar penelitian, ketika kamu berpikir bahhwa kamu multitasking, itu akan membantu pekerjaanmu selesai dengan cepat. 

“Multitasking sering masalah persepsi atau bahkan dapat dianggap sebagai ilusi,” jelas rekan penulis studi Shalena Srna, seorang peneliti di University of Michigan, dalam siaran pers oleh Asosiasi Ilmu Psikologi. 

Terlepas dari apakah orang ini benar-benar terlibat dalam satu atau beberapa tugas, memiliki anggapan bahwa seseorang bisa multitasking akan bermafaat bagi kinerja mereka. 

Adapun mengapa peneliti ini menganggap bawa merasa multitasking berpengaruh pada kinerja, karena mereka yang percaya bahwa mereka multitasking juga menggunakan lebih banyak kemampuan otak untuk menyelesaikan tugas mereka. 

Mereka tetap tidak merekomendasikan melakukan multitasking lebih sering atau mengunyah pekerjaan sebanyak mungkin. Mungkin coba lebih bijak untuk mengenali saat-saat yang tepat ketika kamu harus mengerjakan banyak tugas saat memulai. 

“Dalam masyarakat saat ini, kami terus merasa seperti kami melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi tuntutan pada waktu kami, baik di kantor maupun di rumah. Jadi rasanya seperti multitasking ada di mana-mana,” ujar Srna. 

“Kami menemukan bahwa multitasking sering merupakan masalah persepsi yang membantu, bukannya merusak, keterlibatan dan kinerja. Jadi, ketika kita terlibat dalam aktivitas tertentu, menafsirkannya sebagai multitasking dapat membantu kita.”

Untuk studi ini, para peneliti merekrut 162 peserta dan memberi mereka tugas untuk menonton dan mentranskripsikan video pendidikan Animal Planet. Setengah dari peserta percaya bahwa mereka akan menyelesaikan dua tugas: belajar tentang subjek video dan menyalin kata-kata yang diucapkan dalam film. 

Sementara, setengah lainnya dibuat untuk percaya bahwa mereka akan menyelesaikan satu tugas yang berpusat pada kemampuan belajar dan menulis mereka.

Para penulis menemukan, peserta yang percaya bahwa mereka multitasking ketika menyalin video yang ditranskripsikan, ternyata lebih banyak kata per menit daripada mereka yang percaya bahwa mereka hanya mengerjakan satu tugas. 

Percobaan pengambilan catatan serupa yang dilakukan menunjukkan bahwa orang yang mengira mereka multitasking mengambil catatan yang lebih baik dengan lebih banyak kata daripada mereka yang melihatnya hanya sebagai satu tugas.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru