real
        time web analytics

Dari Kami

Pecah, Pecah, Pecah, Lalu Muhammad Zohri


Sumber : IAAF

TOPCAREER.ID - "It's Zohri from Indonesia. It's big story in 100 meter final," kata komentator dengan nada menggebu-gebu.  

Sebelumnya nama Lalu Muhammad Zohri seolah asing di telinga publik Tanah Air. Akan tetapi, pascatorehannya dalam IAAF World U-20 Championships atau Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang diselenggarakan di Tampere, Finlandia (11/7), nama Zohri seolah pecah, pecah, dan pecah di telinga Tanah Air.

Tak hanya menyabet gelar juara atletik dunia kelas junior untuk nomor 100 meter putra, Zohri mencatatkan rekor 10.18 detik. Kini putra Nusa Tenggara Barat itupun resmi menjadi sprinter junior 100 meter tercepat di Asia dan ke-8 di dunia musim 2018. Ia juga menjadi orang Indonesia pertama yang membawa emas dalam kejuaraan itu.

Sanjungan demi sanjuan lantas mengalir deras. Salah satunya berasal dari orang nomor satu di Tanah Air saat ini. “Tentu saja kita bangga ada anak bangsa yang jadi juara. Saya kira tidak saya saja, tapi seluruh rakyat Indonesia tentu senang dan bangga,” kata Presiden Joko Widodo.

Catatan emas ini dianggap Jokowi menjadi modal bagi Indonesia untuk meraih sukses dalam ajang-ajang berikutnya. “Ini nanti lari modal lagi untuk Asian Games," lanjut Jokowi.

Zohri kini memegang label sebagai atlet lari junior Indonesia tercepat sepanjang masa. Sebelumnya, menurut situs resmi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), pemegang rekor lari junior pria kelas 100 meter adalah Mardi Lestari, seorang atlet kelahiran Binjai, 1 Juli 1968.

Rekor tersebut dibuat Mardi dalam PON XII, 20 Oktober 1989 di Jakarta. Ia memecahkan tiga rekor sekaligus dalam kelas 100 meter: rekor PON, nasional, dan Asia. Mardi mengukir waktu 10,20 detik. Pada tingkat Asia ia lebih cepat 0,08 detik dari pemegang rekor sebelumnya, Li Tao asal Cina.

Di tingkat dunia, Zohri merangsek di posisi ke-8 sebagai atlet junior tercepat di kelas 100 meter musim 2018. Sampai sekarang rekor dunia masih dipegang Anthony Schwartz, asal Amerika Serikat, dengan catatan waktu 10,09 detik.

Bagaimana dengan kelas senior? Masih menurut situs PASI, pemegang rekor lari 100 meter senior Indonesia sampai saat ini masih dipegang Suryo Agung Wibowo. Sprinter kelahiran 8 Oktober 1983 ini memecahkannya pada gelaran SEA Games di Vientiane, Laos, 13 Desember 2009.

Capaian waktu Zohri hanya 0,01 detik lebih lambat dari Suryo. Suryo mampu mencetak waktu 10,17 detik (PASI). Selain itu, ada juga Yanis Roubaba dengan catatan 10,13 detik.(IAAF)

0 Comments

Lowongan Terbaru