real
        time web analytics

Dari Kami

Pekerja Milenial Bersedia Setia dengan Perusahaan Asal...


TOPCAREER.ID – Pada tahun 2018, para pekerja seolah datang dan pergi, malah punya angka berhenti kerja tertinggi sejak 2001.Dan berdasar Workforce Learning Report 2019 dari LinkedIn, 94 persen kayawan mengatakan bahwa mereka akan tinggal di perusahaan lebih lama jika perusahaan itu mau berinvestasi untuk membantu mereka dalam belajar.

Minat belajar dan pengembangan ini sangat kuat di kalangan pekerja muda. Penelitian LinkedIn menemukan bahwa sekitar seperempat Gen Z dan Millenial mengatakan belajar adalah hal nomor satu yang membuat mereka bahagia di tempat kerja.

Dari laporan itu juga menyatakan lebih dari seperempat (27 persen) Gen Z dan Millenial mengatakan alasan nomor satu mengapa mereka meninggalkan pekerjaan adalah karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk belajar dan tumbuh.

Selama bertahun-tahun, pengusaha Amerika mengeluh bahwa tidak ada pekerja yang cukup dengan keterampilan yang mereka butuhkan, sebuah fenomena yang sering digambarkan sebagai kesenjangan keterampilan. 

Atas keluhan tersebut, para peneliti berpendapat bahwa pengusaha sebenarnya hanya perlu berinvestasi dalam pelatihan tenaga kerja yang sebanding dengan ekonomi industri lainnya.

 “Survei menunjukkan bahwa sebagian besar pengusaha berjuang untuk menemukan dan mempekerjakan orang yang memenuhi syarat. Tetapi solusinya ada di tangan mereka: sediakan pelatihan yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerja yang mereka inginkan,” laporan 2017 dari Society for Human Resource Management (SHRM). 

Laporan Pembelajaran Angkatan Kerja 2019 di LinkedIn menemukan bahwa para pengusaha akhirnya mulai berinvestasi dalam pengembangan tenaga kerja.

“Pada tahun 2019, survei kami menunjukkan bahwa pengembang bakat akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menemukan dan menutup kesenjangan keterampilan sambil menjelajahi taktik keterlibatan pelajar untuk menginspirasi pelajar modern, termasuk tenaga kerja Gen Z.”

Saat ini, 82 persen profesional pembelajaran dan pengembangan mengatakan bahwa eksekutif mereka secara aktif mendukung keterlibatan karyawan dalam pembelajaran profesional.

Salah satu cara organisasi melakukan hal ini adalah dengan berinvestasi dalam cara agar karyawan belajar secara online, daripada lokakarya langsung dan sesi pelatihan yang mahal. 

Pada bulan Januari, LinkedIn menganalisis ratusan ribu lowongan pekerjaan untuk menentukan keterampilan yang paling dibutuhkan perusahaan pada tahun 2019. Mereka menemukan bahwa pengusaha secara aktif mencari pekerja dengan soft skills dan hard technical skills.

Keterampilan yang paling dibutuhkan pengusaha pada tahun 2019 adalah kreativitas, sehingga masuk akal bahwa kursus yang menjadi paling populer di kalangan pekerja pada bulan Januari disebut “Creative Bootcamp.” 

 

0 Comments