real
        time web analytics

Dari Kami

“Penyakit Kejiwaan” si Social Climber


TOPCAREER.ID – Siapa di antara teman kamu yang kamu nilai sebagai social climber? Atau jangan-jangan kamu sendiri? Beberapa penelitian menetapkan kalau social climber adalah sebuah penyakit kejiwaan.

Dilansir dari Urban Dictionary, social climber mirip dengan 'pencari perhatian', Tidak susah kok untuk mengenali ciri-ciri social climber di social media. Jika belum tahu, kamu bisa mengetahui ciri-ciri social climber seperti ini yang dirangkum dari beragam sumber.

Terkesan sangat bijak

Kalau ciri yang satu ini terlihat ketika ia bicara atau posting sesuatu di akun jejaring sosialnya. Terkesan yang paling tahu dan paling benar. Padahal yang ia bicarakan adalah kutipan milik orang lain. Sedih ya

Malu jika kurang “wah”

Orang seperti ini akan malu jika memakai barang yang bukan berasal dari brand ternama atau dengan harga murah. Barang-barang tersebut pun akan ia pamerkan melalui akun media sosialnya. Blazzers nggak gini kan?

Ingin terkesan gaul

Jika kamu hanya ingin ke tempat-tempat yang umum didatangi orang, terlebih lagi tempat tersebut adalah tempat makan/nongkrong yang harga minuman dan makanannya diatas rata-rata kemampuanmu hanya demi pamer ke akun jejaring sosialmu, hati-hati ya. Jangan sampai kamu ikut terjangkit penyakit social climber ini.

Ingin terkesan menginspirasi orang lain dan merasa terkenal

Ciri-ciri social climber yang lain adalah dia akan merasa famous hanya karena dia kenal dengan orang-orang yang famous lainnya di sebuah kelompok. Dia akan dengan senang menceritakan sesuatu dengan dirinya sebagai tokoh utama. Kasihan.

Nempel terus ke orang-orang terkenal di sebuah pergaulan

Kenal bukan berarti dekat. Kalau si pengidap social climber ini baru kenal aja mungkin sudah berani ikutan obrolan dengan orang-orang famous di jejaring sosial. Biar eksis gitu. Biar pengikut jejaring sosialnya makin banyak. Sok akrab gitu bisa bikin orang risih.

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Skills