real
        time web analytics

Dari Kami

Perempuan Berpeluang Jadi Voice Over Video Game


Ilustrasi.

TOPCAREER.ID – Bekerja sebagai voice over video games mungkin jadi salah satu bidang yang berkembang di masa depan jika menengok tren teknologi saat ini. Kesempatan kerja sebagai voice over artis pun terbuka lebar, apalagi bagi kalangan perempuan. 

Menurut IMDb, ada 50 aktris dipekerjakan untuk menyuarakan banyak karakter perempuan dalam Assassin's Creed Odyssey dari total pemain sekitar 120. Sebagai perbandingan, Ubisoft mempekerjakan 9 perempuan untuk Assassin's Creed asli (2007) dari total pengisi suara 38. 

Data itu tak hanya menunjukkan permintaan voice over yang semakin besar untuk tahun 2018 dari tahun-tahun sebelumnya, tapi juga presentase yang lebih tinggi dari aktris voice over perempuan, yakni 23 persen hingga 41 persen.

Menurut data dari pasar online untuk pencarian aktor games, Voices.com, permintaan meningkat untuk aktris. Voices mengatakan klien perempuannya saat ini lebih mungkin menemukan permainan di panggung daripada para laki-laki.

“Ada banyak pekerjaan untuk aktor pengisi suara perempuan daripada sebelumnya. Tentu saja itu meningkat dalam lima tahun terakhir, padahal sebelumnya merupakan bidang yang didominasi laki-laki,” kata Chief Brand Officer Voices, Stephanie Ciccarelli dalam laman Polygon.

“Sungguh gila kami telah hampir tidak memiliki peran apapun di bidang tertentu, seperti pengisi suara cuplikan film dan video game, hingga situasi di mana perempuan memesan lebih banyak (peran) daripada orang-orang.”

Bermain Assassin's Creed Odyssey, jelas terlihat bahwa karakter perempuan berlimpah. Direktur Naratif Odyssey, Mel MacCoubrey mengatakan bahwa pihaknya memastikan para gamer perlu bertemu perempuan dari semua lapisan. 

“Kami ingin memberikan suara dan karakter kepada perempuan muda dan tua, kaya dan miskin, dan untuk semua kepribadian dalam spektrum.  Jumlah perempuan yang mengunggah permainan video berpengaruh ke demo mereka -dan secara aktif mencari pekerjaan dalam games- telah meningkat tajam,” papar Mel.

Perempuan mendorong peningkatan industri game itu sendiri, dan tidak hanya melalui pekerjaan berbicara dengan akting suara. Mereka juga mengambil posisi yang lebih berpengaruh di perusahaan game serta penikmat game yang terus bertambah.

Ciccarelli menyampaikan, banyak perempuan yang mendapatkan pekerjaan menulis, directing, memproduksi dan mereka menciptakan lebih banyak peran yang mereka lihat sendiri. 

“Perusahaan game ingin membuat konten untuk orang-orang yang ingin bermain game. Perempuan ingin melihat diri mereka sendiri sebagaimana mereka ingin terlihat, dalam posisi kepemimpinan.”

 

0 Comments

Lowongan Terbaru