real
        time web analytics

Dari Kami

Perhatikan Faktor Ini Kalau Mau Foto Pakai Drone


TOPCAREER.ID – Sebelum asyik menerbangkan drone untuk foto-foto pesona tiap pemandangan wisata, ada baiknya kalau mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh. Setidaknya, kamu bisa melakukan penerbangan dengan aman selama pemotretan.

Founder komunitas SkyGrapher sekaligus aerial fotografer, Anton Chandra mengatakan bahwa faktor utama dalam mengoperasikan drone adalah cuaca. Apalagi jika berada di spot tertentu seperti pantai, dengan embusan angin yang terbilang kencang.

Cuaca/Angin

Anton Chandra menyampaikan kepada TopCareer.id bahwa faktor cuaca atau angin itu sangat berpengaruh selama penerbangan. Kalau hujan, sudah pasti tidak bisa melakukan penerbangan, ya risikonya drone bisa rusak.

Sementara kalau faktor angin masih bisa bisa dipertimbangkan. Kesulitannya, kadang kala kencangnya angin tidak bisa diprediksi oleh fotografer. Karena, kata Anton, kencangnya angin pada posisi fotografer (bawah) dengan kecepatan angin pada posisi drone terbang (atas) akan berbeda.

Kabar gembiranya, drone keluaran terbaru saat ini ada fitur yang bisa melacak kecepatan angin. Anton menyebutkan drone tipe Phantom 4 pro plus itu tahan angin.

Drone yang keluaran baru, ada sistem yang namanya warning angin. Jadi kalau angin kencang, pasti dia warning, jadi di monitornya muncul peringatan gitu. Tapi dilihat aja, kalau drone-nya sampai miring banget terus ngegasnya full banget itu angin kencang sekali, lebih baik turun,” kata Anton.

Tempat yang Tepat

Untuk memperoleh hasil yang bagus saat aerial fotografi, ya pilihlah spot atau tempat yang punya pemandangan yang menarik. Pertimbangan lainnya, kalau bisa coba lihat sekelilingmu, usahan hindari gedung tinggi dan pepohonan besar dalam radius 10 meter pada posisi terbang.

Anton menyampaikan, radius 10 meter kiri, kanan, depan, belakang itu dibuat agar menghindari drone mengalami kehilangan sinyal. Saat kehilangan sinyal, drone akan mengaktifkan sistem return to home (RTH). Itu sebabnya, penting untuk selalu menjaga jarak terbang.

“Makanya disaranain 10 meter lah untuk kiri kanan depan belakang kosong, enggak ada pohon, enggak ada bangunan. Amannya memang sebagai pemula, kalau ada pohon dan lain-lain takut nabrak aja, selain RTH itu ya. Pas RTH dan drone lagi di atas juga udah bisa langsung kendalikan langsung bisa,” ujar Anton.

Anton menambahkan, drone yang terbang akan kehilangan sinyal juga lantaran keberadaan tower Base Transceiver Station (BTS).

0 Comments

Lowongan Terbaru