real
        time web analytics

Dari Kami

Pernah Holidays Blues? Ini Penyebabnya


TOPCAREER.ID Kata “liburan” mungkin jadi salah satu kata yang menyenangkan bagi banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, di waktu-waktu ini mereka malah mengalami stres, merasa sendiri, dan bahkan cemas. Hal itu disebut Holidays Blues.

“Ada harapan yang hampir dipaksakan di masyarakat saat ini bahwa kita harus bahagia selama liburan. Dan orang-orang yang gagal memenuhi harapan itu dapat merasakan ada sesuatu yang salah dengan mereka,” kata Dr. Eugenio Rothe, profesor psikiatri dan perilaku kesehatan di Herbert Wertheim College of Medicine.

Tuntutan liburan adalah pemicu umum untuk holidays blues. Berikut beberapa penyebabnya, serta bagaimana menanganinya.

PEMICU: KELUARGA

Pulang ke rumah untuk liburan bisa menjadi luar biasa, tetapi apa yang terjadi jika ada konflik dalam keluarga? Jika orang yang dicintai telah tiada, atau ada patah hati baru-baru ini. Hal itu juga bisa menjadi peristiwa yang menyedihkan dan menyakitkan. Orang yang sendirian untuk liburan merasa ditinggalkan.

CARA MENGATASI: Kelola harapan, lakukan sesuatu sendiri

"Yang paling penting adalah fokus pada realitas Anda sendiri: kebutuhan, harapan, harapan, dan harapan Anda. Jangan merasa seperti ada yang kurang  jika tidak bertemu dengan gambar fantasi dari perayaan liburan yang diperlihatkan oleh media atau masyarakat.”

PEMICU: KEUANGAN

Tekanan untuk membeli hadiah, mengadakan pesta, dan atau memperbaiki rumah untuk liburan bisa sangat banyak.

CARA MENGATASI: Jangan Konsumtif

“Jika Anda ingin membelikan seseorang hadiah untuk menunjukkan bahwa Anda peduli kepada mereka, itu tidak harus mahal. Itu benar-benar diperhitungkan, ” kata Rothe.

PEMICU: KELELAHAN

Belanja, bungkus kado, perencanaan pesta, komitmen liburan, mengunjungi kerabat, perjalanan dan overindulging (makan dan minum), semua dapat menyebabkan stres liburan. Rothe menyebut ini treadmill liburan di mana alih-alih menikmati liburan, orang-orang malah menghabiskan tenaga mereka.

CARA MENANGANI: Jangan berlebihan. Ingat semangat sejati dari liburan

Rothe menyampaikan, liburan sebenanrnya saat yang tepat untuk istirahat dan refleksi diri. Yang disesalkan adalah makna spiritual dari liburan sering kalah dengan aspek komersial.

“Tahun ini memberikan kesempatan luar biasa untuk menemukan makna penting yang relevan dengan kehidupan Anda sendiri, dan bagi kehidupan orang-orang yang penting bagi Anda," ujarnya.

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Skills