real
        time web analytics

Dari Kami

Pertandingan Poomsae dalam Taekwondo Bukan Duel, Ini Faktanya


TOPCAREER.ID – Defia Rosmaniar sebagai atlet Poomsae taekwondo berhasil membawa medali emas pertama bagi Indonesia pada Asian Games 2018. Dengan begitu Indonesia jadi peraih emas untuk nomor pertandingan yang baru ada kali pertama di turnamen multi-olahraga sekelas Asian Games. Seperti apa sih nomor pertandingan Poomsae itu?

Menurut World Taekwondo Federation (WTF), taekwondo sebenarnya dibagi menjdi dua tipe, yakni taekwondo kontak yang disebut Kyorugi atau sparring, dan taekwondo nonkontak yang disebut Poomsae, yakni jurus dari berbagai pola yang tetap dari gerakan-gerakan taekwondo. 

Jadi Poomsae itu rangkaian teknik gerakan dasar dan pertahanan diri, yang dilakukan bertarung dengan lawan imajiner, dan mengikuti diagram tertentu. Poomsae memang terdiri dari gerakan-gerakan kombinasi yang dirancang untuk berlatih tanpa instruktur. 

Kalau di pertandingan internasional, Poomsae hanya melombakan gerakan recognize Poomsae saja. Sementara, untuk Asian Games 2018 ini, nomor Poomsae dipertandingkan dengan iringan ilustrasi musik, plus modifikasi dalam bentuk new Poomsae.   

Malah dalam semifinal hingga final, setiap tim wajib menampilkan gerakan new Poomsae dan freestyle Poomsae. Seperti yang dilakukan saat Test Event Taekwondo menuju Asian Games 2018. 

Menurut pelatih kepala taekwondo Indonesia, Rahmi Kurnia dalam beberapa sumber, pakem tersebut menjadi syarat dari Federasi Taekwondo Internasional (ITF) agar disiplin Poomsae bisa dipertandingkan di Asian Games. Jika hanya mempertandingkan recognize Poomsae saja, seni taekwondo sulit dibedakan dengan disiplin kata cabang karate.

Cap Negatif Atlet Poomsae

Bayangan orang soal seni bela diri taekwondo identik dengan menendang serta mampu bertarung dan mempertahankan diri dari lawan. Apalagi kalau sudah bicara pertandingan, adu kekuatan satu lawan satu sudah pasti ada di bayangan. 

Sementara, nomor pertandingan poomsae tidak menampilkan adu kekuatan tersebut. Seperti yang ditulis di awal bahwa Poomsae merupakan taewondo nonkontak, baik latihan maupun pertandingan. Hal ini membuat atlet Poomsae kerap dicap negatif, seperti yang dialami atlet Poomsae Korea Selatan, Kwak Yeo-won.

"Beberapa orang mengatakan jika disiplin Poomsae diawali karena mereka tidak mau terluka terkena serangan dari lawan seperti di sparring," ujar Kwak seperti dilansir dari laman Bolasport.

Namun, Kwak berpendapat bahwa Poomsae memberikan sejenis kegembiraan dan perasaan yang berbeda dengan disiplin sparring.

Prestasi Poomsae Indonesia

Poomsae memang bukan hal baru dalam seni olahraga taekwondo, Indonesia pun sudah mampu menorehkan prestasi demi prestasi di di ajang pertandingan Poomsae, berikut beberapa di antaranya.

1. Tim Nasional Taekwondo Indonesia di bawah naungan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) untuk kategori disiplin poomsae (jurus) berhasil meraih juara umum di ajang kejuaraan “13th Austria Open Taekwondo Poomsae Championship” yang berlangsung pada Juni 2017 di Wina, Austria. Tim Indonesia berhasil menyabet empat medali emas. 

2. Indonesia juga berhasil meraih seluruh emas disiplin Poomsae pada test event Asian Games 2018. Performa mereka, terutama nomor beregu, berhasil mengambil hati para juri dengan total skor 7.640 untuk putra dan 7.460 untuk putri.

3. Tim taekwondo Indonesia mampu meraih 9 medali dalam Kejuaraan Internasional Taekwondo Jeju Korea Open 2018 yang berlangsung 18 Juli hingga 24 Juli 2018 di Pulau Jeju, Korea Selatan.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru