real
        time web analytics

Dari Kami

Profesional Fotografer Edit Foto Cukup 5-10 Menit


TOPCAREER.ID – Fotografer memang perlu memiliki kemampuan editing foto, namun hanya polesan-polesan sederhana. Semakin  profesional seorang fotografer, maka proses editing itu hanya sebentar, cukup 5-10 menit. 

Hal itu seperti yang dikaui oleh fotografer model profesional, Charles Widjaja kepada TopCareer.id. Ia mengaku dalam 5-10 menit editing yang dilakukan itu hanya edit foto soal pengoreksian warna dan kontras foto agar lebih pas dengan standar mata orang kebanyakan.

Sementara, Charles sendiri jarang sekali bermain soal warna atau mengubah warna menjadi lebih wah dan berbeda dari warna asli kondisi ketika pemotretan terjadi. Ia akan mengusahakan warna hasil jepretan yang keluar saat pemotretan itu merupakan warna yang muncul dari kamera. 

“Saya ingin (warna) muncul dari kamera, tapi saya usahakan warna skin mana yang paling bagus. Misal sore, kalau kena muka jadi kuning, saya akan bikin warnanya agak putih. Itu editing pengoreksian warna. Saya bakal nyari warna yang sesuai kondisi waktu itu,” ucap Charles beberapa waktu lalu.

Kemudian, terkait unsur kontras. Unsur ini dalam editing foto, terbilang hal yang sederhana. Ia hanya akan menaikkan kontras yang sesuai dengan kelayakan foto, kira-kira standar apa yang enak dilihat oleh mata. 

“Sekitar 80 persen mata orang kalau kontrasnya tinggi itu akan menarik, standar matanya orang. Tidak harus selalu. Saya pribadi lebih suka warna asli,” ucap dia.

Menurutnya, hasil fotografer yang sudah di level ahli lantaran punya teknik yang juga mumpuni, maka tak perlu banyak polesan atau editing. Ia sendiri saat ini sedang mengurangi lama waktu mengedit foto hasil jepretannya. 

Kini, ia hanya butuh waktu mengedit foto sekitar 5-10 menit saja, padahal sebelumnya bisa sampai 30 menit lebih. Ketika foto tersebut diedit dalam waktu lebih dari 30 menit, maka sesungguhnya foto itu bukanlah foto yang baik. 

“Saya buang foto itu. Ya, berarti foto itu enggak berhasil, padahal belum tentu jelek. Tapi kalau untuk ngedit selama itu saya enggak mau karena saya bukan digital imaging,” ujarnya. 

Charles mengambil contoh fotografer luar negeri yang tidak pernah ikut ambil bagian editing gambar, tapi menyerahkannya pada ahli editing atau digital imaging karena merupakan bagian dari spesialisasi pekerjaan. 

Jika menyangkut spesialisasi pekerjaan, maka seorang fotografer sebenarnya tak perlu dipusingkan dengan editing. Spesialisasi fotografer perlu fokus bagaimana menguasai beragam teknik fotografi sehingga hasil jepretannya minim editing namun tetap memanjakan mata. 

Teknik-teknik fotografi yang termasuk di dalamnya, seperti bermain dengan komposisi, pencahayaan, serta angle yang tepat seperti apa. Bukan soal bagaimana mengedit gambar yang jelek menjadi gambar yang bagus, namun penuh editing.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait