real
        time web analytics

Dari Kami

Proses Rekrutmen Reporter Metro TV


TOPCAREER.ID - Berdasarkan pengalaman Reporter Metro TV, Samirah Begum, ia melamar ke Metro TV layaknya mengirim lamaran ke perusahaan lain, yakni mengirim CV serta surat lamaran. Setelah empat bulan, barulah ia dipanggil untuk melakukan interview dengan Human Resources Department (HRD).

Saat di-interview oleh HRD itu, sambung dia, kandidat harus bisa meyakinkan mereka, salah satunya melalui passion yang dimiliki. Samirah lebih menyarankan untuk jujur, ketimbang membuat cerita yang mengada-ada.

“Jadi pas ngomong juga mata kita ‘nyala’, mereka baca mimik juga. Setelah HR-nya oke, audisi dulu karena enggak semua orang yang kelihatannya cantik, terus di depan TV juga cantik. Dilihat bagaimana ngebawa postur badan karena akan di-preview sama manajer-manjer yang lain,” kata Samirah kepada TopCareer.id.

Ia bercerita ketika dirinya melakukan audisi, saat itu sudah seperti simulasi menjadi anchor. Menggunakan pakaian layaknya anchor, begitu pula dengan make up hingga masuk ke studio siaran. Padahal kala itu ia sama sekali belum pernah masuk ke studio siaran televisi.

Ketika audisi itu, Samirah dites untuk disuruh membaca berita menggunakan teleprompter (alat bantu baca khususnya bagi seseorang yang ingin berbicara di depan umum). Mulai dari berita nasional, sampai berita yang berbahasa Inggris.

“Itu pertama kali, macam-macam berita yang harus dibaca terus ongoing tanpa jeda. Karena aku bukan jurusan broadcasting, enggak ngerti TV itu seperti apa. Jadi, pas audisi itu i was like really crazy karena langsung disuruh baca teleprompter di depan manajer-manajer dan setelah itu di-interview lagi,” papar Samirah.

Saat interview dengan para manajer, Samirah kembali harus meyakinkan mereka dengan passion yang dimiliki. Saat itu, ia menilai bahwa manajer akan melihat seberapa dalam kandidat terjun dalam passion-nya dan seberapa potensial untuk masuk ke dunia jurnalistik juga broadcasting.

“Pas interview aku yakinin lagi, aku bilang aku punya passion ke sana (broadcasting) dan mereka percaya jadi akhirnya masuk. Setelah lolos, masuk program develoment. Coach-coach training ke kami dengan sangat baik, ngedidik gimana caranya face on camp yang baik, latih suara yang baik.”

0 Comments

Lowongan Terbaru