real
        time web analytics

Dari Kami

Rahasia di Balik Foto Makanan yang Banjir Like di Instagram


TOPCAREER.ID – Apa yang membuat foto makanan di Instragram populer? Studi baru dari Annenberg School for Communication Universitas Pennsylvania, membeberkan foto makanan yang mampu mengontrol orang untuk memberikan like dalam Instragram. Warna pun berpengaruh.

Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Communication itu mennyatakan secara singkat bahwa foto yang mematuhi "the rule of third" dalam prinsip komposisi fotografi umum, cenderung lebih menarik secara estetika. Jumlah variasi warna yang moderat meningkatkan daya tarik estetika, tetapi intensitas warna tidak. 

Warna yang menarik, seperti merah dan oranye, membuat foto lebih disukai. Foto-foto yang lebih kompleks secara visual. Coba pikir: semangkuk buah-buahan yang berbeda — menghasilkan niat berbagi dan daya tarik yang lebih besar. Yang mengejutkan, baik makanan sehat dan makanan yang tidak sehat cenderung menyenangkan.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan gairah sangat penting dalam mendorong perilaku viral, seperti ‘likes’, jadi tidak mengherankan bahwa makanan yang lezat dan tidak sehat lebih menggiurkan,” kata Yilang Peng, kandidat doktor di Annenberg, mengajukan proyek penelitian dua tahun lalu.

Tapi, orang juga ingin mempertahankan citra diri yang positif, dan menyukai makanan sehat adalah salah satu cara untuk melakukan itu. Orang cenderung menyukai hal-hal di media sosial untuk mengekspresikan nilai, identitas, atau diri yang diinginkan.

“Makanan sehat adalah cara untuk membuat orang merasa nyaman dengan diri mereka sendiri," tambahnya.

Saat ini, Peng mengatakan, makanan yang tidak sehat, seperti pencuci mulut, cenderung memenuhi Instagram, berpotensi menghadirkan norma-norma sosial diet yang menyesatkan. Pengguna media sosial terjebak dalam apa yang disebut Peng "feedback loop," di mana foto yang lezat tetapi tidak sehat menarik like dan komentar, sehingga mereka terus memposting foto serupa.

Temuan penelitian juga memperkuat gagasan penafsiran warna berdasarkan konteks.

“Jika Anda memiliki foto makanan yang biru, orang tidak akan menyukainya - itu tenang (dan tidak membangkitkan), tetapi juga, psikologi makanan menunjukkan alasan kita menyukai warna seperti merah, yang terkait dengan makanan, adalah karena buah-buahan menjadi merah ketika mereka menjadi matang,” Peng menjelaskan. 

“Kami telah berevolusi untuk mengembangkan visi ini yang memihak merah di atas hijau atau biru dalam makanan. Merah mungkin warna [positif] dalam makanan, tetapi darah, mungkin tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Peng menambahkan, penelitian ini adalah contoh luar biasa dari keefektifan computer vision untuk melakukan analisis visual. Dalam hal ini, digunakan untuk mengukur secara efisien dan akurat warna-warni foto — katakan, berapa banyak merah yang dimasukkan — dan komposisi. 

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru