real
        time web analytics

Dari Kami

Rahasia Menebak Kepribadian pada Kesan Pertama


Ilustrasi.

TOPCAREER.ID – Kesan pertama ketika bertemu orang biasanya dinilai dari penampilan. Misal dari penampilan bisa dilihat apakah orang tersebut bisa dipercaya, dominan, atau ramah. Dari penampilan, pasti akan berkembang untuk menebak-nebak kepribadian lebih dalam pada pertemuan pertama.

Bagaimana cara kamu berpakaian, bagaimana gerak-gerikmu, itu akan memberikan kesan pertama pada orang yang kamu temui, bahkan termasuk bentuk wajah. Misal, laki-laki yang memiliki fitur wajah feminin, seperti alis yang lebih tipis dan dagu yang runcing, lebih cenderung terlihat dapat dipercaya. Dilansir dari Business Insider, kamu bisa mencari tahu kesan pertama dari beberapa hal yang tampak.

Kalau punya status tinggi

Sebuah penelitian di Belanda menemukan bahwa orang-orang yang mengenakan pakaian bermerek - Lacoste dan Tommy Hilfiger- terlihat memiliki status yang lebih tinggi daripada orang-orang yang mengenakan pakaian non-desainer.

Persepsi ini hanya terkait status, ya. Tidak ada pengaruhnya dalam hal daya tarik, kebaikan, dan kepercayaan yang dirasakan. Persepsi ini mungkin mempengaruhi hasil interaksi sosial.

Jika mudah dipercaya

Orang-orang bisa memutuskan bahwa kamu dapat dipercaya hanya dalam sepersepuluh detik. Peneliti Princeton menemukan ini dengan memberikan satu kelompok mahasiswa 100 milidetik untuk menilai daya tarik, kompetensi, likeable, keagresifan, dan kepercayaan.

Sebagian besar penilaian itu didasarkan pada hal-hal yang sebenarnya tidak dapat kamu ubah. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa wajah yang lebih feminin, seperti bayi, dan bahagia dianggap lebih dapat dipercaya.

Kamu dapat mengubah bahasa tubuh untuk meningkatkan kepercayaan orang lain terhadapmu. Seperti Business Insider yang sebelumnya dilaporkan, coba tersenyum lebih banyak, condong ke depan, menatap mata orang, dan meniru bahasa tubuh orang lain.

Kalau seseorang dianggap pintar

Sebuah studi 2007 yang dipimpin oleh profesor Universitas Loyola Marymount, Nora A. Murphy menemukan bahwa melakukan kontak mata langsung selama melakukan percakapan itu cukup menggambarkan kecerdasan yang sangat terasa. 

“Melihat sambil berbicara adalah kunci utama. Ini secara signifikan berkorelasi dengan IQ, berhasil dimanipulasi oleh target-target impresi, dan berkontribusi pada peringkat intelijen yang lebih tinggi,” tulis Murphy. Mengenakan kacamata tebal dan berbicara dengan ekspresif juga membantu.

Jika seseorang dominan

Sebuah penelitian di University of Pennsylvania menemukan bahwa laki-laki dengan kepala yang dicukur dinilai lebih dominan daripada laki-laki yang sama dengan rambut kepala penuh. Dan laki-laki yang mecukur rambut hingga botak dianggap lebih dominan, lebih tinggi, dan lebih kuat daripada diri mereka yang asli.

Jika seseorang terlihat sukses

Jika kamu ingin terlihat sukses, siapkan setelan jasmu. Dalam studi Inggris-Turki, para partisipan melihat foto para lelaki dengan pakaian buatan desainer khusus versus pakaian tak berdesain khusus, hanya selama lima detik. Orang-orang dengan setelan khusus dinilai lebih sukses.

“Berdasarkan bukti penelitian ini, tampaknya laki-laki mungkin disarankan untuk membeli pakaian yang disesuaikan dengan baik, karena dapat meningkatkan citra yang mereka komunikasikan dengan positif kepada orang lain,” tulis para penulis.

Jika seseorang dateable

Sebuah penelitian terbaru tentang kencan online menunjukkan bahwa pengguna situs kencan dengan cepat menentukan seberapa dateable kamu hanya dari foto.

Tampilan yang lebih ekstrovert, terbuka akan pengalaman, emosional stabil, dan likeable, mendorong kesuksesan seseorang di situs web kencan. Tapi sepertinya perempuan yang lebih ambisius dan kompeten memang tidak bagus untuk situs web, sementara malah membantu user laki-laki di situs web menemukan kesuksesan.

“Hasilnya menunjukkan bahwa foto berdasarkan first impressions dapat mempengaruhi keputusan untuk menghubungi calon pasangan. Bahkan setelah mempelajari informasi relevan lainnya tentang orang tersebut,” tulis para peneliti.

Menilai seseorang menjadi teman atau musuh

Bukan hanya mata yang membantu membentuk kesan pertama. Penelitian dari ahli psikologi Italia Mariella Pazzaglia menunjukkan bagaimana indera penciuman membantu memutuskan apakah seseorang adalah teman atau musuh.

Menurut penelitian, menentukan apakah seseorang ada dalam keluarga atau kelompok sosial bisa lewat aroma. Jika bau seseorang itu familiar, itu tanda bahwa mereka menyukai kita, dan dapat memberikan dukungan sosial

“Tetapi jika bau mereka terlalu berbeda, kami pikir mereka mungkin tidak memiliki kepentingan terbaik dalam pikiran kami.”

 

0 Comments

Lowongan Terbaru