real
        time web analytics

Dari Kami

Rawat Benda Berumur Tua Versi Konservator


TOPCAREER.ID – Apakah kalian pernah berpikir bagaimana benda koleksi museum yang berumur ribuan tahun tetap bisa dinikmati sampai sekarang? Nah, konservator mampu merawat koleksi benda museum agar aman dari serangan hama rayap, jamur, juga vandalisme.

Konservator sekaligus Kepala Seksi Pengawetan di Museum Nasional Indonesia (MNI), Dyah Sulistyani mengatakan prosesnya akan selalu melewati tiga tahapan secara berurutan untuk setiap benda koleksi.

Ketiga tahapan tersebut diawali dengan tahapan observasi. Pada bagian ini, lebih kepada mengamati kerusakan benda koleksi dengan menggunakan peralatan, seperti kaca pembesar, senter kuning, utih, sinar UV, dino lite, mikroskop, dan lain-lain.

Nantinya, tim observasi ini yang akan melakukan identifikasi, pengamatan, pendataan, untuk memastikan kondisi benda koleksi. Baru setelah itu, memberikan rekomendasi dan klasifikasi kepada tim perawatan, terkait kondisi benda koleksi, apakah mengalami kerusakan ringan atau berat.

“Setelah memberikan rekomendasi, lalu menentukan apakah koleksi harus dirawat atau diawetkan atau mungkin dilakukan keduanya. Kemudian dilanjutkan dengan tahap perawatan,” tambah Dyah.

Sementara itu, Kepala Seksi Perawatan MNI, Dian Novita Lestari  mencontohkan pada koleksi kain Tinggi Kumbu yang berdasarkan hasil rekomendasi pihak observasi, harus dilakukan treatment dengan cara restorasi pada bagian yang berlubang. Lalu penguatan pada sambungan yang renggang dan pinggir koleksi kain yang sudah kritis serta terdapat banyak lipatan.

Langkah yang dilakukan atas dasar rekomendasi itu, lantas membuat Dian mengambil tindakan selanjutnya untuk melakukan proses perawatan tingkat dasar.

Proses itu meliputi pembersihan pada bagian kain yang kotor dengan vacuum hepa filter. Kemudian bagian kain yang mengalami pelipatan dapat diluruskan kembali dengan cara memanfaatkan uap panas dari streamer.

Beres dari sana, kemudian dilakukan tindakan restorasi berupa penambalan kain yang bolong dengan cara dijahit tangan tanpa menggunakan mesin jahit. Karena menurut Dian, apabila dijahit dengan mesin dapat menyebabkan kerusakan lainnya pada kain.

“Kalau bolongnya banyak, tentu akan memakan waktu lama bisa seharian atau lebih,” terang Dian.

Bahkan pada beberapa benda koleksi yang mengalami kerusakan cukup banyak, Dian memastikan bahwa hal itu akan memakan waktu lama dalam proses restorasinya. Bisa satu minggu hingga berbulan-bulan.

Karena restorasi sendiri merupakan  proses membuat kamuflase pada bagian yang kurang sempurna atau pada bagian koleksi yang memerlukan perbaikan. Kamuflase itu dapat dilakukan dengan dijahit seperti pada kasus kain Tinggi Kumbu, diukir pada koleksi ukiran kayu atau batu yang mengalami kerusakan.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru