real
        time web analytics

Dari Kami

Sekolah Aviasi Jadi Opsi Cepat Bekerja Sebagai Petugas ATC


Kegiatan belajar di Indonesia Aviation School (IAS).

TOPCAREER.ID – Sekolah penerbangan swasta mungkin bisa jadi jalan pintas bagi kamu yang ingin menempuh pendidikan aviasi tanpa perlu mengabiskan waktu lama, tapi bisa langsung siap kerja. Begitupun jika ingin menjadi seorang Air Traffic Controller (ATC), jalur sekolah swasta bisa masuk list mewujudkan hal itu.

Jika di sekolah tinggi penerbangan negeri, lama belajar bisa memakan waktu tiga hingga empat tahun, sekolah swasta cukup dengan 10 bulan, namun secara akademis tak lagi diragukan. Seperti Indonesia Aviation School (IAS), salah satu sekolah penerbangan swasta yang kerap mencetak ATC untuk kebutuhan AirNav Indonesia. 

“Difokuskan mengenai vokasi, dia (siswa) diajari untuk siap pakai. Jadi, lulus sudah siap dipekerjakan di bandara-bandara yang ditunjuk oleh AirNav Indonesia,” kata Kepala Sekolah Indonesia Aviation School, Budi Hendro Setiyono kepada TopCareer.id. 

Dalam waktu 10 bulan, para siswa akan belajar bagaimana memantau dan mengelola lalu lintas udara di dalam bandara, seperti take off, landing, taxiing dari menara kontrol. Secara garis besar, 10 bulan masa pendidikan itu terbagi menjadi, 3 bulan belajar teori, 4 bulan praktik, dan 3 bulan On The Job Training. 

On The Job Training

Masa on the job training di sekolah ini layaknya kerja sungguhan selama 3 bulan. Siswa sudah harus berhadapan dengan kondisi dan situasi lalu lintas udara di tempat training. Setiap siswa bahkan diawasi oleh supervisor ATC langsung dari AirNav Indonesia di tiap bandara. 

Semua keadaan lalu lintas udara benar-benar real karena memang bekerja memantau dan mengontrol lalu lintas pesawat-pesawat yang mengudara. 

“Job training itu bekerja benar, bukannya dibayar malah bayar. Itu kan latihan bekerja, yang dihadapi juga live, pesawat beneran, bisa saja dinyatakan lulus atau enggak lulus oleh pengawas,” ujar Budi yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai ATC. 

Penempatan siswa saat on the job training ini akan tersebar di beberapa wilayah, tak hanya di Jakarta saja. Bisa ke Pontianak, Pekanbaru, Palembang, Tanjungpinang, Pangkal Pinang dan sebagainya. Biasanya untuk satu titik, ditempati oleh tiga siswa dalam satu periode masa belajar. 

Pengajar yang yang kompeten

Profil pengajar yang ada di IAS berisi guru-guru yang berkompeten, memiliki jam terbang di industri aviasi selama puluhan tahun. Minimal, kata Budi, seorang pengajar di IAS ini pernah menjadi seorang ATC. 

“Satu, dia mantan ATC. Dua, menguasai bidang ilmu pengajaran, pernah mengikuti sekolah menjadi instruktur ATC. Percuma dia mantan ATC, tapi enggak bisa ngajar. Ada juga yang dari non atc, tapi untuk materi tertentu, misal pelajaran bahasa Inggris, namun masih di dunia penerbangan,” tutur Budi. 

Setidaknya ada 15 guru dengan pangalaman yang tak diragukan merupakan profil pengajar Indonesia Aviation School (IAS) yang berlokasi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. 

Syarat masuk

Tak semua pendaftar bisa masuk sekolah penerbangan ini, ada persyaratan yang harus dipenuhi demi memuluskan proses pembelajaran selama 10 bulan. Salah satu syarat utama, yakni calon siswa harus memiliki ijazah minimal Diploma 3 (D3), S1 atau S2, dari semua bidang, dan umur tidak lebih dari 32 tahun. 

“Kenapa 32 tahun? Karena batas maksimal penerimaan petugas ATC di AirNav itu 35 tahun. Jadi kalau masuk sekolah 32 tahun bisa ada 2 kali kesempatan untuk tes, jika memang pada masa pendidikan pertama tidak lulus. Begitu tidak lulus 33 tahun, masih bisa ikut. Kalau dua kali enggak lulus, wassalam,” kata Budi sambil berkelakar. 

Syarat selanjutnya, yakni lulus dari medical check up terkait kesehatan fisik, karena ini merupakan faktor penentu kelulusan saat tes di AirNav nanti. Dan ditambah surat keterangan dari kepolisian. Bersih dari segala tindakan kriminal. 

“Bukan perampok, pemabuk enggak boleh, kalau ada catatan pernah pakai narkoba ya enggak boleh.”

Biaya sekolah

“Saat ini untuk pendidikan ATC selama 10 bulan itu Rp97.500.000. Untuk biaya pendidikan AFIS (Aerodome Flight Information Service) Rp47 juta,” sebut laki-laki mantan General Manager Jakarta Traffic Ser vice Center (JATSC) AirNav Indonesia.

Biaya itu, lanjut dia, sudah termasuk dengan tiket job training, kemudian biaya supervisi. Sementara untuk biaya hidup selama job training ditanggung masing-masing siswa. Saat ini, IAS mampu meluluskan 32 siswa tiap tahunnya. 

 

0 Comments