real
        time web analytics

Dari Kami

Sesi Curhat Sebelum Masinis Dinas


Masinis saat bekerja dalam kabin (sumber: KRL)

TOPCAREER.ID – Lantaran nyawa ribuan orang berada di tangan, maka kerja masinis enggak bisa sembarangan. Kesehatan fisik dan psikis jadi hal penting. Untuk itu, ada yang namanya cek kesehatan sebelum masinis bertugas, serta assessment yang kadang prosesnya seperti sesi curhat.

Assessment itu dilakukan untuk mengetahui kesiapan seorang masinis dalam melaksanakan tugasnya memimpin perjalanan kereta. Proses assessment akan dilakukan secara intens oleh seorang penyelia, sementara cek kesehatan bakalan ditangani oleh tim medis tersendiri.

Assessment itu adalah proses tanya jawab dan kesiapan sebelum dinas atau pradinas. Sebelum dinas pasti ada cek kesehatannya. Itu (assessment dan cek kesehatan) pasti setiap hari, setiap orang, setiap kedinasan,” kata seorang masinis commuterline, Roni Raisman.

Dalam tahap assesment, masinis pasti akan diwawancara oleh penyelia untuk ditanya soal kesiapan berdinas. Nah, biasanya seorang penyelia dalam sebuah Unit Pelayanan Traksi (UPT) bisa membawahi 10 masinis.

Roni mengaku bahwa saat diwawancara soal kesiapan dinas itu, pertanyaannya beragam. Terkadang malah proses ini seperti sesi konsultasi soal berbagai permasalahan.

“Wawancara tanya jawab. Ada masalah enggak yang sekiranya mengganggu, terus ditanya tidur berapa jam, itu pasti ditanyain. Terus benar-benar intens, macam konsultasi, tapi emang lebih ke assessment, mengetahui kesiapan dinas,” tutur Roni kepada TopCareer.id.

Demi membangun kepercayaan, para masinis akan sangat membina hubungan baik dengan penyelia, begitupun sebaliknya. Dengan terjalin hubungan baik itu, masinis akan lebih terbuka soal kesiapan berdinas.

Roni melanjutkan, untuk kesehatan yang dilakukan sebelum dinas, seperti cek tensi darah juga deteksi penggunaan alkohol. Biasanya petugas medis di stasiun sudah memiliki alat-alat yang digunakan untuk mengecek kesehatan seorang masinis sebelum berdinas.

Tak hanya kesiapan secar fisik badannya saja, lanjut Roni, tetapi juga mental dan psikis itu termasuk hal penting yang perlu dijaga demi kelancaran kerja masinis.

Roni menambahkan, ada kalanya masinis dalam kondisi tak siap dinas, misal kondisi badan tengah sakit atau demam. “Kalau demam tensi beda, bisa rendah, itu ketahuan. Pas ditanya sama petugas, kami dinyatakan enggak layak dinas,” ujar Roni.

Jika seorang masinis dinyatakan tak siap dinas, maka akan digantikan oleh masinis lain yang jadwalnya tak berbenturan. Namun, menurut Roni pada akhirnya seorang masinis harus siap jika diminta untuk bertugas kapanpun dan di mana pun.

0 Comments

Lowongan Terbaru