real
        time web analytics

Dari Kami

Strategi Media Digital Ala Menkeu Sri Mulyani


Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (foto: Setkab)

TOPCAREER.ID – Demi memberikan informasi terkait keuangan negara kepada seluruh masyarakat Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku perlu menyampaikan konten-konten dengan cara yang kreatif lewat media digital.

Bagaimana caranya menyampaikan hal-hal teknis terkait keuangan negara agar lebih informatif dan mudah dimengerti oleh semua kalangan masyarakat di Indonesia. 

Bahkan, kata Menkeu, istilah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) saja yang sering didengar dan diucapkan ini, masih dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai topik dengan bahasa yang “ketinggian”.

Pembahasan soal keuangan seperti itu yang kadang menjadi kendala bagi Kemenkeu dalam menyampaikan informasi berharga terkait transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. Jadi, perlu strategi agar informasi bisa terserap oleh masyarakat dengan bahasa yang sederhana. 

“Uang APBN bukan uang menteri keuangan, kita pakai hashtag ‘uang kita.’ Dulu kami pakai hashtag ‘sadar APBN,’ masyarakat enggak ngerti itu APBN. Kalau uang kita kan mereka ‘oh itu uang kita toh.’ Kami akan terus-menerus menyampaikan pada publik ini uang kita loh,” kata Sri Mulyani dalam acara Festival Media Digital Pemerintah. 

Soal keuangan negara sebenarnya jadi hal yang sensitif bagi masyarakat Indonesia. Misal, bicara soal utang serta belanja negara, atau bahkan uang yang dikorupsi. Hal-hal seperti itu, menurut Sri Mulyani sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. 

Jadi, Kemenkeu perlu menyampaikan hal-hal yang sangat dekat dengan masyarakat itu secara benar, tidak setengah-setengah. 

Strategi lainnya yang dibuat agar informasi bisa dijangkau oleh masyarakat Indonesia, yakni dengan menggandeng influencer. Apalagi, pengguna internet kini didominasi oleh kaum milenial sehingga perlu konten serta tokoh yang menarik di kalangan mereka untuk berbicara soal keuangan negara.

“Kemenkeu sendiri ada juru bicara, tapi akan sangat efektif kalau kami pakai influencer. Seperti Reza Rahadian, jadi pewawancara atau yang diwawancara, menggunakan vlog bersama-sama bahas APBN. Kalau pakai bahasa biasa, masyarakat merasa itu enggak akan sulit dipahami.”

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru