real
        time web analytics

Dari Kami

Survei: Perempuan Lebih Selektif dalam Melamar Pekerjaan


TOPCAREER.ID – Gender Insights Report terbaru dari LinkedIn menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan yang jelas dalam bagaimana mereka melamar pekerjaan, dan bagaimana perusahaan merekrut mereka. 

Temuan ini dikompilasi menggunakan miliaran titik data yang dibuat oleh lebih dari 610 juta anggota di lebih dari 200 negara di LinkedIn pada tahun 2018, serta mensurvei sekelompok pengguna LinkedIn pada tahun 2017 dan pada tahun 2018.

Hasil survei menunjukkan perempuan lebih selektif tentang pekerjaan yang mereka lamar bila dibandingkan dengan laki-laki. 

“Perempuan memiliki kemungkinan 16 persen lebih rendah untuk melamar pekerjaan setelah melihatnya. Tetapi ketika wanita melamar pekerjaan, mereka lebih cenderung untuk dipekerjakan,” kata laporan itu.

Perbedaan rekrutmen

Perusahaan masih suka bergantung pada referensi karyawan dan laporan rekrutmen sebagai sumber utama mereka untuk perekrutan berkualitas. Perusahaan akan lebih percaya untuk merekrut orang yang sudah direferensikan sebelumnya dari orang dalam. 

Namun, perempuan jauh lebih kecil kemungkinannya daripada laki-laki untuk meminta rujukan ke pekerjaan yang mereka minati, bahkan ketika mereka memiliki koneksi di perusahaan. Laki-laki dilaporkan 68 persen lebih mungkin untuk meminta rujukan sebelum melamar pekerjaan.

Hampir 70 persen perempuan mengatakan bahwa mereka menganggap gaji dan tunjangan sebagai bagian terpenting dari lowongan pekerjaan.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bagaimana perekrut menjangkau orang-orang. Begitu seorang perekrut melihat profil perempuan, mereka cenderung langsung memberikan email, dibandingkan dengan laki-laki. 

“Namun, tantangannya adalah ketika perempuan muncul dalam hasil pencarian perekrut, mereka 13 persen lebih kecil kemungkinannya untuk dilihat oleh perekrut daripada laki-laki,” kata laporan itu.

Ketika kualifikasi penting

Untuk melamar pekerjaan, perempuan merasa mereka harus memenuhi 100 persen dari kriteria sementara laki-laki biasanya melamar setelah memenuhi sekitar 60 persen. Perempuan cenderung menjauhkan diri dari percakapan dan akhirnya melamar pekerjaan lebih sedikit daripada pria.

Laporan HBS juga menyatakan sesuatu yang serupa. Dikatakan perempuan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan pekerjaan daripada laki-laki, bahkan ketika para kandidat memiliki kualifikasi yang sama persis.

 

0 Comments

Skills