real
        time web analytics

Dari Kami

Tak Sembarang Orang Bisa Jadi Aktuaris (Part 4)


TOPCAREER.ID – Menjadi salah satu profesi yang masih langka di Indonesia, menjadikan aktuaris sebagai profesi yang tak mudah dijalani. Tak sembarang orang bisa menjadi aktuaris. 

Di Indonesia, seorang aktuaris dengan gelar resmi yang disebut Fellow Society of Actuaries of Indonesia (FSAI) dan dikeluarkan oleh Persatuan Akuaris Indonesia (PAI) akan lebih diminati karena dianggap lebih mampu melakukan perencanaan. Tidak sembarangan orang bisa memperoleh gelar ini. 

Karena baru bisa kamu dapatkan setelah lulus 10 mata ujian antara lain, Matematika Keuangan; Probabilita dan Statistika; Ekonomi; Akuntansi; Metoda Statistika; Matematika Aktuaria; Pemodelan dan Teori Risiko; Investasi dan Manajemen Aset; Manajemen Aktuaria; serta Aspek Aktuaria Dalam. 

Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menguasai 10 mata ujian tersebut adalah sekitar 7-8 tahun. Lama? Tentu, karena itulah tidak semua orang bisa menjadi aktuaris. Butuh ketekunan untuk bisa mengantongi gelar ini.

Untuk menjadi seorang aktuaris, kamu harus melalui uji sertifikasi yang diselenggarakan oleh PAI. Terdapat dua tingkatan yakni tingkat pertama Associate (ASAI) dan kedua ialah Fellow (FSAI).

Kamu bisa mengurangi jumlah mata ujian yang perlu kamu kuasai dengan mengambil jurusan aktuaria. Tidak perlu keluar negeri, di Indonesia sudah ada beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah membuka jurusan ini dan bekerja sama dengan PAI.

Namun demikian, untuk menjembatani antara kebutuhan dan ketersediaan aktuaris, PAI telah bekerjasama dengan delapan universitas dalam program penyetaraan. Mahasiswa yang telah lulus mata kuliah tertentu dengan nilai memuaskan, akan dinyatakan melampaui mata ujian aktuaris.

Sebanyak delapan universitas tersebut di ataranya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Brawijaya, dan Universitas Parahyangan.

Aktuaris di Indonesia umumnya bekerja pada bidang asuransi jiwa. Contoh pekerjaan aktuaris di asuransi jiwa adalah merancang produk-produk asuransi baru, menentukan tingkat premi, profitabilitas produk, menghitung tingkat solvabilitas perusahaan, nilai perusahaan (Appraisal Value dan Embedded Value), cadangan teknis, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan teknis regulator.

 

0 Comments

Skills