real
        time web analytics

Dari Kami

Teknik Prediksi Pergerakan Saham


TOPCAREER.ID – Untuk memperoleh prediksi yang tepat, maka seorang broker maupun investor itu sendiri perlu mengetahui analisis apa yang digunakan selama melakukan perdagangan efek. Apalagi jika orientasi yang diinginkan adalah laba dalam jumlah yang sudah ditargetkan.

Dalam menganalisis perdagangan efek, setidaknya broker perlu tahu dua model analisis, yakni analisis fundamental dan analisis teknikal. Kedua analisis ini juga bisa dipelajari oleh para investor ataupun trader online yang ingin lebih mendalami dan terjun langsung melakukan prediksi.

Analisis Fundamental

Analisis fundamental merupakan analisis yang digunakan berdasarkan laporan keuangan suatu perusahaan. Jadi, para broker atau investor ini mampu memprediksi harga saham dengan membaca laporan keuangan, kondisi ekonomi, serta kondisi perusahaan.

Menurut Founder Komunitas Investasi Saham Pemula (ISP), Frisca Devi, sebenarnya laporan keuangan yang hendak digunakan bisa di-download secara gratis di web idx.co.id. Begitu pun dalam platform sekuritas, yang tersedia menu khusus tentang laporan keuangan perusahaan.

“Kalau dari laporan keuangan, rata-rata paling lihat labanya naik terus dalam 3 sampai 5 tahun terakhir minimal. Yang pasti dari laba atau kinerja, dan kapasitas hutangnya enggak naik dari tahun ke tahun, kalau bisa malah dari tahun ke tahun turun,” kata Frisca kepada TopCareer.id.

Memang pada dasarnya analisis itu tidak menjanjikan bisa cepat memperoleh keuntungan, namun berperan sebagai alat bantu dalam memprediksi secara tepat. Secara luas, analisis fundamental memprediksi harga saham berdasarkan kinerja dan proyeksi perusahaan.

Namun, kelemahan dari analisis fundamental ini kurang mudah dipahami bagi trader atau investor awam. Analisis ini akan memberikan keuntungan bagi mereka investor yang memiliki latar belakang ilmu ekonomi sehingga pengamatan bisa langsung diprediksi dari ekonomi makro, sektor industri, hingga unsur finansialnya.  

Analisis Teknikal

Di satu sisi, analisis fundamental memerlukan laporan keuangan serta kinerja perusahaan, sementara analisis teknikal cukup memprediksi berdasarkan grafik naik turunnya harga saham dalam periode tertentu.

Frisca menambahkan, dari pergerakan grafik itu bisa dilihat saham naik atau turun, ada indikator-indikator dari grafik tersebut yang perlu dipahami. Grafik, kata Frisca, sebenarnya memunculkan histori harga saham dari hari ke hari, isinya tentu grafik harga saham perusahaan, dan tiap perusahaan memiliki grafik yang berbeda.

“Grafik hanya mencerminkan harga harian aja, dari hari ke hari dikonversikan dalam bentuk grafik. Kalau dari situ bisa menganalisis support dan resistance-nya di berapa, indikator mungkin moving average. Ada beberapa istilah yang perlu diketahui,” papar Frisca.

Untuk diketahui, support and resistance dalam istilah pasar saham itu semacam garis penahan harga atas dan harga bawah. Fungsinya untuk mengetahui di batas berapa harga saham itu akan turun dan naik. Sementara, moving average adalah pergerakan rata-rata harian harga saham.

Frisca menambahkan, analisis grafik ini biasanya lebih aplikatif dan bisa dilihat oleh orang awam atau yang memang belum terbiasa menganalisis harga saham.

“Rata-rata orang hanya perlu beberapa indikator untuk bantu mereka analisis. Orang awam itu paling enggak, ya tahu support and resistance, harus tahu moving average, semacam itu aja sih,” ucap Frisca.

Frisca menilai kedua metode analisis itu sama-sama memiliki keuntungan jika memang prediksinya tepat sehingga perlu diasah bagaimana menganalisis sampai menciptakan prediksi yang nyaris sempurna.

0 Comments

Lowongan Terbaru