real
        time web analytics

Dari Kami

Telkom Tak akan Rekrut Orang Bermodal Kecerdasan Akademis


TOPCAREER.ID – Milenial perlu tahu pekerjaan mana yang punya masa depan di zaman transformasi digital ini, dan skill seperti apa yang dibutuhkan industri. Telkomsel sebagai perusahaan yang berkomitmen melakukan transformasi digital, ke depan tidak akan merekrut orang yang hanya memiliki kecerdasan akademis saja.

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom, Dian Rachmawan menyampaikan bahwa PT Telkom kelak akan merekrut karyawan yang unggul dalam hal kreativitas, termasuk dalam pemecahan masalah yang kompleks. 

“Jadi kalau di Telkom sekarang enggak ada S1 arsitek, S1 perpustakaan, nantinya enggak akan kayak gitu. Nanti rekrutnya, rekrutmen berdasarkan kecerdasan kognitif,” jelas Dian dalam pemaparannya di Workshop Inovasi dan Transformasi Digital.

Orang dengan kecerdasan kognitif yang tinggi bisa memiliki kemampuan verbal, memecahkan masalah, dan kemampuan untuk beradaptasi serta belajar dari pengalaman hidup sehari-hari.

Menurut Dian, akan banyak jenis pekerjaan yang menghilang di era disruption (disruptive innovation) ini, dan keahlian yang menggunakan otak kanan atau terkait kreativitas malah laku di industri. Apalagi kreativitas itu juga berkaitan dengan penciptaan inovasi yang sangat dibutuhkan di transformasi digital. 

Kelak, Telkom akan menciptakan sistem rekrutmen yang bisa menyortir orang-orang dengan kualifikasi high skill. Seperti orang-orang yang mempunyai learning capacity yang tinggi. Calon karyawan itu juga diharapkan mempunyai hire thingking complex yang sangat tinggi. 

Creativity yang tinggi, kognitif yang keluar tajam. Bukan yang akademis, bukan yang IP-nya tinggi-tinggi, enggak laku itu,” ujarnya.  

Untuk itu, ia mengimbau agar perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya ikut bekerja sama menciptakan orang-orang dengan kemampuan seperti itu. Jadi, perlu berhati-hati dalam memproduksi skill yang baik bagi peserta didiknya sehingga bisa diterima oleh industri di era digital. 

Akan percuma jika peserta didik perguruan tinggi ini hanya dijejali oleh ilmu yang “enggak terpakai” di era digital atau less demand bagi industri. Apalagi jika ilmu itu dipatok lagi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi sebagai syarat bekerja dalam sebuah perusahaan. 

“Sekarang kalau saya lihat itu IP-nya anak-anak itu tinggi-tinggi. Saya tanya university, kenapa kok tinggi-tinggi ya? Iya Pak, kalau nanti university kasih IP di bawah 3, enggak laku waktu rekrutmen,” ucap Dian. 

Transformasi digital, menurut Dian, perlu dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk itu, pendidikan tinggi punya peran penting demi menciptakan SDM yang punya skill-skill kualitas tinggi. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru