real
        time web analytics

Dari Kami

Tips Diterima di Kantor Pusat Google


TOPCAREER.ID  - Sekelompok mantan pegawai Google membagikan tips lanjutan agar diterima bekerja di tempat impian tersebut, sebagai berikut.

Tonjolkan hal-hal yang tepat pada resume lamaran.

Menurut Kevin Miller yang kini menjadi Director of Growth di OpenListings.com dan sebelumnya bekerja di divisi penjualan Google AdWords, ceritakan lebih banyak soal pengalamanmu sebelumnya. “Jelas dan detail menjabarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya akan sangat membantu,” ujarnya seperti dilansir Independent.

Kamu tak perlu buang banyak waktu untuk menceritakan karakter diri atau prestasi-prestasi yang diraih dalam resume. Hal-hal itu cukup dijelaskan sekadarnya.  Lebih penting untuk menggarisbawahi pengalamanmu ketika magang atau bekerja di tempat tertentu, atau ketika dihadapkan pada masalah tertentu saat bekerja.

Bikin koneksi ke orang dalam Google

Hal ini bisa masuk kategori nepotisme, namun prinsipnya kesempatan selalu dekat dengan orang yang dekat.Di Google, para pekerjanya diberikan hak untuk memberikan referensi orang ketika perusahaan tersebut mencari pegawai baru. Jika punya koneksi yang tepat dan tahu kemampuanmu, ini bisa jadi kesempatan emas.

“Saya berutang pada teman baik saya yang mereferensikan saya,” kata Nate Smith. Ia adalah mantan Google Associate Product Manager yang kini mendirikan perusahaan software bertajuk “Lever”.

Tunjukkan karakter Google-mu

Ada kombinasi karakter yang bisa dibilang “Google banget”, yakni seru, intelektual namun manusiawi, berhati nurani, serta memiliki rekam jejak melakukan hal-hal menarik dan unik.

“Seberapa gampang kamu untuk bergaul? Dalam proses rekrutmen Google, ada beberapa pertanyaan yang akan ditanya berkali-kali seperti apakah kamu ingin bekerja dengan orang A setiap hari? Apakah kamu bahagia duduk di samping orang B setiap hari? Apakah kamu bisa bekerja dengan baik bersama timmu?” kata Kevin Miller.

Antisipasi beberapa pertanyaan dan buat pula pertanyaan balik

Menurut Nate Smith, kamu harus benar-benar menyiapkan diri menjawab rentetan pertanyaan dari pewawancara, baik berhubungan dengan keterampilan maupun karakter personal.

Terlepas dari itu, Smith sesumbar pewawancara juga senang jika kamu melempar pertanyaan yang baik. “Ceritakan waktu Google mengatasi kesulitan?”, begitu misalnya, sebagaimana dihimpun FastCompany.

Tunjukkan semangat dan keunikan

Ada beberapa orang yang pada tahap wawancara memilih jawaban-jawaban aman. Ini bukanlah karakter yang Google cari.

Falon Fatemi yang kini menjadi penasihat startup dan dulunya bergabung di tim YouTube, membagi tips penting. Menurut dia, Google lebih menyukai jawaban unik, tak membosankan, serta tak disangka-sangka. Ketika ditanya periode waktu apa yang ingin dijalani olehnya, Fatemi menjawab “Saya ingin tinggal di era 60-an di San Francisco dan merasakan hari-hari hippie di Haight-Ashbury”.

Berikan pendapat soal produk-produk Google

Mantan Head of Marketing Google Fiber dan kini mendirikan restoran di San Francisco, Azhar Hashem, memberikan tips tambahan. Menurut dia, Google ingin mendengarkan pendapat yang kuat dan tajam soal produk-produknya dari pelamar. Pendapat itu harus mencakup kritik, apa hal yang disukai, apa yang perlu ditingkatkan, serta pemahaman tentang produk secara umum.

Perlihatkan kemampuan memecahkan masalah

Ini adalah salah satu kriteria wajib para pekerja Google. Terkadang pertanyaan-pertanyaan untuk melihat kemampuan memecahkan masalah  agak di luar konteks, semisal “apa saja gunanya kerucut lalu lintas?”.

Pikirkan tentang orang setelah pewawancara.

Perlu diketahui bahwa pewawancara hanya garda depan, bukan penentu. Jika selama wawancara kamu dianggap menyenangkan, kemungkinan besar nama Anda diajukan ke hiring committee, yakni panitia rekrutmen sebenarnya.

Maka dari itu, jangan memberikan jawaban standar. Anda harus benar-benar kreatif dan menonjol sehingga melekat di kepala pewawancara. Dengan begitu, kesempatan untuk diajukan ke hiring commitee lebih besar.

0 Comments

Lowongan Terbaru