real
        time web analytics

Dari Kami

Trik Pemasaran Ala Fotografer Wedding Pro


TOPCAREER.ID – Agar tetap eksis dan dicari klien, fotografer wedding (pernikahan) perlu paham bagaimana pemasaran diri yang baik. Salah satunya lewat marketing online, seperti website pribadi yang bisa mendatangkan klien. 

Seorang fotografer wedding di Chicago, Candice C. Cusic menyampaikan cara memarketingkan dirinya sebagai fotografer wedding yang sudah ia lakukan selama ini, dan terbilang efektif. Candice menggunakan website sebagai media marketing. Namun, perlu paham bagaimanna pengelolaannya. 

“Situs website-mu perlu berkembang sesuai dengan dirimu. Situs web saya berubah setiap tiga tahun dan selalu diubah menjadi lebih baik, lebih responsif terhadap iPhone, memiliki foto yang lebih besar, dan manfaat lainnya,” kata Candice dalam laman Shutterbug. 

Menurutnya, cobalah pertahankan situs website lewat blog-blog yang dibuat, begitu pula konten yang terus diperbarui, kemudian konten yang diperkaya oleh SEO (search engine optimization), isi dengan foto-foto yang menakjubkan. Hal itu merupakan cara yang bagus untuk mengembangkan basis klien.

Ia menyebut, ulasan bintang lima di Yelp serta Google mampu membantu memperkuat brand fotografer dalam komunitas sehingga daftar bisnismu bisa makin bertambah, dan coba minta peninjauan. “Klienmu yang puas dengan senang hati mengungkapkan betapa puasnya mereka bekerja denganmu sehingga beri mereka kesempatan itu.”

Menurutnya, di zaman ini, fotografer harus pandai merangkul sosial media lantaran jadi salah satu alat promosi terbaik, seperti Facebook dan Instagram. 

Sementara itu, Lisa Mark yang juga seorang fotografer wedding di Kanada mengatakan bahwa fotografer harus pintar membuat audiens mengklik tautan terkait artikel pernikahan yang langsung merujuk ke website utamanya. 

“Berikut adalah contoh nyata dari sesuatu yang saya coba dan itu agak berhasil. Saya menulis posting blog tentang '5 Tempat Pernikahan Unik di Toronto'. Saya memastikan posting blog ini  waktunya akan pas selama musim pertunangan,” ujar Lisa.

Lisa menambahkan, pikirkan hal pertama terkait musim pertunanagan atau pernikahan, misal pemesanan tempat yang bagus, lalu fotografer. Pertimbangan-pertimbangan tersebut merupakan hal alami, jadi bagaimana caranya kamu bisa menggaet pasar. 

Ia telah melihat dari statistik Google Analytics bahwa hal tersebut adalah istilah pencarian Google yang digunakan oleh pasangan di daerahnya. Ia kemudian menghubungkan artikelnya melalui halaman bisnis di Facebook, dan membayar untuk audiens yang sudah ditargetkan.

“Saya hanya menghabiskan USD50, tetapi saya mendapatkan banyak klik dan banyak pertanyaan. Hebat, kan? Tidak, tidak banyak untukku.” 

Masalahnya adalah, lanjutnya, hampir semua orang menanyakan harga jasanya. Menurutnya, hal itu sangat mengganggu karena harga sangat jelas ada di situs web. Ini berarti mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk benar-benar melihat situs webnya sebelum mengklik tombol “kontak”, jadi seberapa seriuskah mereka? 

“Saya belajar dengan sangat cepat, jadi meskipun saya dapat menargetkan pasar tertentu, saya tidak dapat menjamin bahwa mereka adalah target pasar saya secara finansial. Pelajarannya adalah tentukan target pasarmu. Saat ini sebagian besar ada di Instagram. 

Terakhir, jika seseorang mengomentari postinganmu di mana saja, jawab mereka! Ini sangat penting dan akan mendorong postingan lebih tinggi. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru