real
        time web analytics

Dari Kami

Waspada, Terbiasa Kerja Shift Malam Berisiko Diabetes


TOPCAREER.ID – Berdasar studi terbaru, perempuan yang memiliki jam kerja tidak beraturan, atau kerja dengan sistem shift (siang dan malam), memiliki risiko sangat tinggi menderita diabetes tipe 2. Penyakit ini biasanya timbul lantaran gaya hidup yang tidak sehat.

Tetapi penelitian Harvard terbaru, sebuah studi terhadap 150.000 perawat selama 15 tahun, menemukan jadwal kerja seseorang dapat menghambat ketahanan tubuh dan mengontrol kadar gula darah. Temuan ini diterbitkan dalam British Medical Journal.

Jadi, bukan gaya hidup yang tidak baik, seperti merokok, makanan cepat saji, atau melewatkan olahraga saja yang bisa membuat seseorang memiliki penyakit diabetes. Tapi jadwal kerja yang tidak teratur juga memiliki dampak kesehatan yang sama pada perempuan. 

Penelitian sebelumnya (jam kerja tidak teratur) telah menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja shift malam memiliki risiko lebih tinggi memiliki kecemasan, hipertensi, dan bahkan kanker payudara - serta diabetes tipe 2. Sementara, studi kali ini menggabungkan angka-angka dari dua studi kesehatan jangka panjang pada perawat - Nurses 'Health Study (NHS) dan NHS II.

Dalam melakukan pekerjaannya, perawat diperlukan sepanjang waktu, tak hanya siang hari, yang berarti rotasi keperawatan mencakup campuran shift siang, sore dan malam. Sistem kerja itu dapat mengganggu rutinitas pribadi dan ritme biologis.

Untuk setiap lima tahun kerja pergantian shift malam, para perawat hampir sepertiga (31 persen) lebih mungkin didiagnosis dengan diabetes tipe 2.

Para peneliti menghitung bahwa pekerjaan shift malam yang bergilir, menyumbang sekitar 17 persen dari gabungan risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi, gaya hidup yang tidak sehat untuk sekitar 71 persen, dan 11 persen sisanya merupakan risiko tambahan yang terkait dengan interaksi keduanya.

“Sebagian besar kasus diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan kepatuhan pada gaya hidup sehat, dan manfaatnya bisa lebih besar pada pekerja yang memiliki shift malam bergilir,” co-Author studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr Zhilei Shan dalam laman Daily Mail

Dalam studi ini, para peneliti merujuk semua perawat adalah perempuan dan sebagian besar kulit putih, sehingga temuan mereka mungkin tidak berlaku untuk pria atau kelompok etnis lainnya.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru