real
        time web analytics

Dari Kami

Wow! Jam Kerja Chef Bisa 12-14 Jam Sehari, Tapi...


TOPCAREER.ID – Demi menjaga kualitas makanan dan pelayanan pada pelanggan, para ahli masak atau chef ini bisa bekerja hingga 12-14 jam dalam sehari. Malah saat banyak event di resto hotel, bisa sampai menginap di tempat kerja. Tapi kan makin banyak pelanggan makin banyak service charge yang didapat. 

Tak ada patokan pasti berapa jam kerja chef di restoran hotel, ada kalanya santai, tapi bisa sangat sibuk sampai enggak pulang. Semua itu tergantung dari berapa banyak event yang tengah terselenggara atau seberapa tinggi tingkat okupansi hotel.

“Kalau di restoran hotel, kerja bisa 13 sampai 14 jam, minimal 12 jam. Tergantung event kan, kalau di resto hotel kami enggak tahu seberapa sibuk atau apanya. Saya pernah masuk pukul 04.30 pagi sampai pulang pukul 00.30 malam,” kata Technical Chef di PT Mulia Boga Raya, Muhammad Septian Hidayat kepada TopCareer.id

Ada kalanya waktu santai, tak banyak event terselenggara sehingga jam pulang bisa ontime. Namun, kata Septian hal itu jarang terjadi, apalagi untuk restoran dengan hotel ternama. Tingkat okupansi hotel juga akan berpengaruh, malah bisa sampai 100 persen yang bikin jam kerja chef ikut bertambah.

Sistem kerja shift, lanjut Septian, tetap ada, namun jam kerja itu akan kembali lagi ke faktor seberapa ramai event yang ada dan seberapa banyak pelanggan yang datang. 

“Banyak kerjaan kalau lagi ada event. Jadi okupansi tinggi atau lagi banyak event. Lebih para lagi kalau okupansi 100 persen, kemudian event-nya banyak. Kalau kami yang pagi pulang jam segitu (malam hari), yang shift agak siang ya pulangnya lebih lama lagi,” ujar Septian yang pernah bekerja di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk. 

Dengan jam kerja yang terbilang panjang dan padat itu, para chef ini tetap tak melewatkan kualitas dari makanan yang dimasak. Setiap proses dan langkah dalam memasak tak boleh ada yang dilewati, harus sesuai dengan standar. 

“Yang kami masak bukan untuk satu dua orang. Itu yang bikin kami kerja lama karena tetap menjaga kualitas, enggak boleh serabutan, enggak boleh asal jadi. Prosesnya harus berdasarkan step. Kalau step-nya a, b, c, ya diikuti, enggak bisa dilompati, harus ikuti step sesuai standar.”

Seiring dengan banyaknya pelanggan lantaran okupansi tinggi dan event bergantian, maka service charge yang diperoleh juga akan bertambah. Faktor itu memengaruhi insentif atau tambahan pendapatan bagi para chefChef akan mendapatkan uang tambahan atau semacam insentif yang berasal dari sevice charge.

Waktu Libur 

Kalau penentuan libur, ya sudah pasti tak mesti hari Sabtu atau Minggu, apalagi weekend terbilang jam sibuk bagi industri perhotelan dan makanan. Septian menyampaikan, biasanya tiap minggu akan ada update soal rolling waktu libur untuk tiap chef

Setiap bulan juga akan diberitahu event-event apa yang akan terselenggara sehingga kelak bisa menyesuaikan dengan waktu libur. Bisa dibilang, waktu libur chef ini tak tentu.

“Penentuan libur biasanya ganti-gantian juga. Jadi enggak selalu 6-1 (6 hari kerja kemudian libur sehari), bisa tiba-tiba 3-1 atau 9-1. Misal minggu ini libur hari Senin, minggu depan libur tuh seumpanya hari Sabtu. Dari Senin ke Sabtu, Sabtu bisa libur lagi ke Jumatnya,” pungkas Septian. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru