real
        time web analytics

dari-kamu

Kaum Hawa atau Adam Nih Intip Atur Budget untuk Skin Care


TOPCAREER.ID – Siapa diantara kamu yang kesulitan menganggarkan keuangan untuk kebutuhan skin care. Lantas bagaimana cara mengatasinya.

Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPP, Financial Planner dari AAM & Associate, mengatakan biaya perawatan wajah jangan sampai mengganggu budget esensial setiap bulannya.

"Kita lihat secara umum dulu ya. Dari pendapatan bulanan ada beberapa pos esensial. Kalau menurut teori dari Amerika, utang atau cicilan tidak boleh lebih dari 30%, investasi 10-15%, dan dana sosial seperti zakat 10%. Untuk kebutuhan sehari-hari masih ada budget 50%. Biaya skin care itu ada di dalam kebutuhan sehari-hari," tutur Bareyn

Biaya sehari-hari pun masih harus terbagi ke dalam beberapa pos, seperti biaya makan, transportasi, hingga biaya hiburan. Pembagian biaya perawatan kulit akan kembali lagi ke prioritas masing-masing orang.

"Skin care itu mirip ngopi. Ada orang yang ngopi untuk gengsi, bukan karena memang butuh kopi. Mereka memilih ngopi di kafe karena untuk sekedar hangout dan gengsi. Skin care juga jangan sampai karena gengsi. Padahal pakai skin care seharga Rp 50.000 sudah cukup, tapi karena ingin ikut tren jadi melebihi kebutuhan," tandas lulusan S2 Hukum, konsentrasi Ekonomi Islam Universitas Pendidikan Indonesia ini.

Jika kulit kita membutuhkan perawatan yang lebih mahal karena masalah tertentu seperti jerawat yang parah, prioritas pun bisa diatur kembali. Hal ini berarti ada hal lain yang harus dikorbankan agar bisa membeli produk skin care yang diinginkan.

"Semua balik lagi ke esensinya. Skin care itu buat apa sih? Kalau buat kulit menjadi lebih sehat ya sah-sah saja. Tapi kalau memang kulitnya sudah sehat, sudah bagus, tapi ingin yang lebih misalnya sulam alis gitu tapi budget-nya nggak ada, ya jangan dipaksakan. Jangan sampai kita membuat budget untuk sulam alis, tapi cicilan yang lain tidak terbayar," tutup Bareyn.

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru