real
		time web analytics
Indonesia Masih Minim Tenaga Digital Marketing Profesional

TOPCAREER.ID – Salah satu kendala mengapa industri kesulitan dalam meningkatkan pemasaran lewat strategi digital marketing, yakni kurangnya sumber daya manusia (SDM) profesional di Indonesia. Dari laporan GetCraft, permasalahan terkait kesenjangan kemampuan digital marketing ini mencapai 44,83 persen.

Survei yang dilakukan Getcraft itu juga menyebutkan masalah lain dalam digital marketing, seperti customer engagement, kurang tepatnya melakukan pengukuran, serta kemampuan analytic yang lemah. Namun, masalah-masalah terkait itu bermula dari minimnya ketersediaan SDM digital marketing yang terampil.

“Tanpa bakat dan kemampuan yang tepat, tugas-tugas seperti pemasaran digital pelacakan dan analisis data akan terpengaruh, yang mungkin mengakibatkan ketidakefektifan kampanye,” seperti dikutip dari Indonesian Digital and Content Marketing Report 2017 by GetCraft.

Sementara itu, Associate Director Michael Page, perusahaan konsultan human resources, Imeiniar Chandra berpendapat bahwa bidang digital marketing di Indonesia masih menjadi sesuatu yang baru. Lantaran belum begitu fasih dikenali, jadi talent-talent yang profesional pun belum banyak bermunculan.

Sedangkan, lanjut Imeiniar, permintaan akan skill-skill digital marketing bertambah dan kualifikasi yang diminta perusahan haruslah berpengalaman, setidaknya 3 tahun di bidang yang sama. Sehingga, ada kesenjangan antara perusahaan dengan SDM digital marketing ini.

“(Kesulitan) Lebih ke talent-nya aja sih, karena kan ini hal baru, sementara perusahaan menginginkan orang-orang yang sudah jadi. Tapi, kalau misalkan enggak dikasih kesempatan pada yang baru gimana juga kan. Perusahaan itu nyari generally bisa semuanya juga (SEO, SEM, sosial media),” kata Imeiniar kepada TopCareer.id.

Michael Page sendiri, tambah Imeiniar, kerap mencari talent-talent digital marketing ke digital agensi yang memang punya orang-orang ahli terkait di bidang tersebut. Kembali Imeiniar mengatakan bahwa talent digital marketing yang profesional tak seimbang dengan permintaan perusahaan.

“Di Indonesia, talenta digital sangat langka. Bukan karena kami kekurangan talenta lokal yang hebat, tapi karena ledakan tuntutan untuk para profesional digital marketing dari banyak perusahaan yang ingin menuju online,” kata Timothius Martin, Head of Performance & Branding Matahari Mall.

Masih dalam laporan GetCraft, Timothius menyampaikan bahwa pembatasan anggaran merupakan penyebab kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan saluran pemasaran digital.