real
		time web analytics
Drone Nyebur ke Air, Gini Pertolongan Pertamanya

TOP CAREER – Gawat memang kalau lagi asyik terbangin drone, tiba-tiba karena faktor tak terduga malah jatuh ke dalam air. Kalau sudah mendarat di air, kemungkinan mati total memang sangat besar. Tapi, ada semacam pertolongan pertama pada drone yang tercebur agar memunculkan harapan drone bisa nyala kembali.

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika drone tercebur ke air, copot baterai pesawat tanpa awak itu terlebih dahulu. Itu yang dikatakan Randi, admin salah satu e-commerce yang fokusnya menyediakan kebutuhan seputar pesawat tanpa awak, juga melayani jasa perbaikan drone, Gtech Drone.

Setelah baterai dilepas dari badan drone, kemudian keringkan drone. Sementara, kalau tercebur di air laut atau air asin, maka drone perlu dibilas dulu dengan air tawar bersih, begitu pula dengan baterainya yang ikut dibilas, baru kemudian dikeringkan.

“Dicopot baterainya semua, tetap dikeringkan di beras itu aja sampai 3 hari, baru lah bawa ke tempat drone servis. Jangan dinyalain dulu ya, korslet dia (drone) kalau langsung dinyalain saat kena air laut,” kata Randi ketika dihubungi TopCareer.id melalui sambungan telepon.

Dalam kasus yang sama, jika baterai drone terkena air asin atau air laut maka bisa menyebabkan drone berasap, bahkan lama-kelamaan bisa terbakar. Jadi itu perlunya drone dan baterai dibilas dengan air bersih, menghilangkan air asin yang masuk ke dalam komponen drone dan bisa menyebabkan korosi.

Sebelum dikeringkan ke dalam tempat beras, drone yang sudah dibilas air perlu dikeringkan dulu. Kalau perlu, jemur di bawah matahari, pastikan komponen elektroniknya kering dari air.

Sementara kalau terjatuh di air tawar, langsung lepas baterai kemudian dikeringkan, lalu dibawa ke tempat servis khusus drone. Bahkan, Randi mengaku bahwa bisa atau tidaknya drone diperbaiki dan kemungkinan hidup kembali ada pada penanganan pertama selepas terjatuh di air.

Drone yang sudah jatuh ke dalam air, maka baterainya tidak akan bisa digunakan lagi. “Kalau udah masuk air udah pasti ganti baterai. Body drone mungkin enggak ngaruh, cuma bagian dalam bisa kena, seperti board kan kena air, mana tahu ada yang korslet, makanya disarananin enggak dinyalain dulu.”

Randi melanjutkan, jatuh ke dalam air menjadi salah satu alasan paling sering kenapa drone bisa mati total, apalagi terkena air laut. Nah, setelah dibawa ke tempat servis, maka akan dicek secara keseluruhan. Begitu pula bagian dalam karena dikhawatirkan komponen penting ikut terkena imbas airnya.  

Tips Sebelum Terbang

Pemandangan pantai memang kerap menjadi daya tarik sendiri untuk diabadikan, apalagi lewat drone. Namun, kalau ingin terbang di atas air, ada baiknya hindari terbang di sekitar air yang terlihat dalam. Setidaknya cek lokasi terbang terlebih dahulu, begitu pula cek kondisi drone saat hendak terbang.

“Paling sebelum terbang lihat situasi terbang, kondisi terbang, dia (drone) di mana terbangnya, ada halangan apa enggak, ada pengganggu sinyal apa enggak. Jangan lupa kalibrasi kompas,” ujar Randi.

 

Untuk antisipasi, siapkan sepasang baterai yang telah terisi penuh, dan jangan terbang terlalu jauh untuk menghindari terjangan angin. Apalagi terjangan angin bisa membawa drone bergerak jauh ketika baterai melemah.