real
		time web analytics
Jadi Pilot Drone Andal, Belajar Dulu di Sekolah

TOP CAREER – Mau cepat bisa motret-motret pakai drone? Langsung belajar sama ahlinya saja atau ke sekolah drone. Bisa saja belajar otodidak, cuma agaknya perlu dipertimbangkan ulang. Apalagi kalau salah-salah dikit, drone yang baru dibeli malah melayang enggak tahu ke mana.

Sekarang sudah banyak kursus atau tempat training untuk mempelajari bagaimana menerbangkan hingga mengendalikan pesawat tanpa awak itu secara aman. Founder komunitas aerial photography Skygrapher Indonesia, Anton Chandra mengaku membuat wadah edukasi untuk membantu pemula drone lancar selama pengoperasian.

Drone School yang dikelola Anton dan kawan-kawan saat ini sudah mampu menggelar kursus bagi para pemula yang tertarik dengan hobi nge-drone.

“Drone School salah satu wadah untuk teman-teman yang baru beli drone terus ingin belajar. Kami ada training basic drone yang bisa dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Harganya mulai dari Rp1,5 juta dalam 3 kali pertemuan itu,” kata Anton kepada TopCareer.id beberapa waktu lalu. 

Di sesi training basic drone, bakal mempelajari dasar-dasar pengoperasian drone serta mencakup aturan-aturan yang harus dipatuhi. Training yang digelar itu termasuk salah satu bentuk kampanye penerbangan drone secara aman bagi siapapun yang hendak mengoperasikan drone.

Tidak diharapkan tentunya jika minat terhadap drone fotografi semakin tinggi, namun tak dibarengi oleh pengetahuan mendalam soal aturan yang ada.

Training ini sekaligus kampanye penerbangan aman, safe flight. Jadi pilot baru, yang baru beli drone itu harus paham regulasinya bagaimana. Misal, peraturan batas terbang tinggi 150 meter, kemudian enggak boleh terbang di kerumunan, itu yang akan disampaikan di Drone School.”

Untuk saat ini, Drone School hanya mewadahi pehobi baru yang ingin belajar menerbangkan drone, belum masuk kepada aerial fotografi atau videografinya. Anton mengaku masih menggodok materi terkait pengembangan training aerial fotografi/videografi.

“Baru (basic) drone-nya aja. Bagaimana cara menerbangkan, take off kayak bagaimana, landing-nya kayak gimana, belum masuk aerial fotografi. Kalau video foto aerial, silabusnya lagi disusun. Kalau dapat ramuan yang pas bisa di-share, itu bisa buat siapa aja, bebas,” ujar Anton.

Selain Drone School yang dikelola Anton dan teman-temannya, ada beberapa sekolah drone yang menyediakan training dasar mengendalikan drone, belajar hingga tahap drone fotografi dan videografinya, juga training drone mapping.

Misal, salah satunya Jakarta School of Photography yang didirikan oleh Herry Tjiang sebagai fotografer makanan hingga drone photography. Selain sekolah fotografi, JSP juga mengkhususkan diri menggelar drone training fotografi.

Dalam laman yang dimuat JSP, ada beberapa training drone yang bisa diambil peserta kursus. Ada training pengajaran pelatihan drone basic juga intermediate. Untuk basic, ya layaknya training dasar menerbangkan drone pada umumnya.

Kelas basic drone di JSP memuat materi:

- Bagaimana mengetahui drone yang dimiliki.

- Safety prosedur, menerbangkan drone dan belajar memanuverkan drone.

- Menggunakan feature dari drone.

- Pelatihan lapangan (onsite).

Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari (2,5 jam dalam 3 kali pertemuan) dengan biaya Rp1,9 juta.

Sementara, materi di kelas intermediate meliputi kamera setting dan komposisi, video setting dan membuat footage, memaksimalkan feature dari drone, indoor flight, hingga ada materi penugasan membuat video clip. JSP juga membuka kelas untuk private drone basic maupun untuk pengembangan fotografi/videografi.