EdukasiTren

Studi Deloitte: 20 Persen Gen Z di RI Putuskan Tak Lanjut Pendidikan Tinggi

TopCareer.id – Banyak Gen Z dan Milenial di Indonesia dan dunia, yang memilih tidak melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi atau kuliah. Hal ini terungkap dalam laporan yang dilakukan oleh Deloitte.

Laporan bertajuk Gen Z and Millennial Survey 2025 ini memuat hasil survei terhadap lebih dari 23.000 responden di 44 negara, termasuk 535 responden dari Indonesia.

Laporan mengeksplorasi pandangan serta pengalaman Gen Z dan milenial terhadap dunia kerja dan masyarakat secara lebih luas.

Mengutip data yang diterima TopCareer.id, Sabtu (24/5/2025), 20 persen Gen Z dan 19 persen milenial Indonesia menyatakan telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi.

Baca Juga: Menaker Ungkap 3 Pekerjaan Ini Dibutuhkan di Masa Depan, Tapi Keahliannya Langka di Indonesia

Sementara secara global, angka responden yang memutuskan tidak lanjut kuliah mencapai 31 persen untuk Gen Z dan 32 persen untuk milenial.

Pada responden di Indonesia, ada beberapa alasan mengapa mereka memutuskan untuk tidak mengejar pendidikan yang lebih tinggi yaitu:

  • Kendala keuangan (Gen Z: 56 persen, Milenial: 38 persen)
  • Kondisi keluarga/pribadi (Gen Z: 45 persen, Milenial 41 persen)
  • Keinginan untuk lebih fleksibel dan belajar sendiri (Gen Z: 39 persen, Milenial: 33 persen)
  • Mencari jalur karier yang tidak membutuhkan pendidikan tinggi (Gen Z: 36 persen, Milenial: 44 persen)
  • Berencana untuk berwirausaha (Gen Z: 30 persen, Milenial: 23 persen)

Baca Juga: Micro-Retirement, Tren Pensiun Singkat ala Gen Z dan Milenial

Selain itu, ada beberapa kekhawatiran terkait sistem pendidikan tinggi yang dilaporkan dari Gen-Z dan Milenial di Indonesia yaitu:

  • Biaya kuliah tinggi (Gen Z: 57 persen, Milenial 63 persen)
  • Kualitas pendidikan (Gen Z: 47 persen, Milenial 51 persen)
  • Relevansi kurikulum dengan pasar kerja (Gen Z: 29 persen, Milenial 30 persen)
  • Kesempatan terbatas untuk pengalaman praktis (Gen Z: 18 persen, Milenial 14 persen)
  • Kurangnya fleksibilitas dalam pilihan pembelajaran (Gen Z: 17 persen, Milenial 14 persen)

Survei ini meminta pandangan 14.751 Gen Z dan 8.731 milenial (total 23.482 responden), dari 44 negara di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa Barat, Eropa Timur, Timur Tengah, Afrika, dan Asia-Pasifik.

Sementara di Indonesia, terdapat total 535 responden yang terdiri dari 326 Gen Z dan 209 milenial. Pengumpulan data dilakukan antara 25 Oktober dan 24 Desember 2024.

Gen Z adalah mereka yang lahir antara Januari 1995 dan Desember 2006, sementara responden milenial lahir antara Januari 1983 dan Desember 1994.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button