Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Lifestyle

Tips Aman Jadikan AI Teman Curhat

TopCareer.idKecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) saat ini tak cuma bisa jadi asisten membantu pekerjaan, tapi juga dimanfaatkan sebagai “teman curhat.”

Kaspersky menemukan, secara global, 29 persen pengguna AI yang jadi responden mereka mempertimbangkan bicara dengannya saat merasa tak bahagia selama liburan. Di Indonesia, angkanya 31 persen.

Generasi Z dan milenial menunjukkan minat terbesar pada dukungan berbasis AI di antara semua usia, dengan 35 persen responden memilih opsi ini.

Sementara, generasi yang lebih tua menunjukkan minat yang sangat terbatas pada bidang AI ini. Hanya 19 persen responden berusia 55 tahun ke atas yang mempertimbangkan untuk berbicara dengan AI saat mereka kesal.

Baca Juga: Bijakkah Jadikan AI Teman Curhat?

Namun, meski bicara dengan AI mungkin tampak personal, perlu diingat sebagian besar chatbot dimiliki oleh perusahaan komersial dengan kebijakan pengumpulan dan pemrosesan data mereka sendiri.

Dikutip dari siaran pers, Kamis (8/1/2026), Kaspersky pun memberikan beberapa kiat keamanan yang dapat membantu meningkatkan privasi data, saat kamu menjadikan AI sebagai “teman curhat”:

  • Cek kebijakan privasi AI

Sebelum memulai percakapan apa pun, tinjau kebijakan privasi alat AI yang kamu gunakan.

Beberapa platform AI mungkin menggunakan percakapan emosional untuk menyimpulkan informasi tentang Anda, yang bisa dipakai untuk iklan bertarget atau dijual kepada perusahaan pemasaran pihak ketiga.

Periksa apakah kamu bisa memilih untuk tidak menggunakan obrolanmu untuk tujuan seperti pelatihan model atau pemasaran, untuk meminimalkan jumlah data yang dikumpulkan.

  • Hindari membagikan informasi yang sangat pribadi

Cobalah untuk menghindari berbagi informasi yang sangat pribadi, identitas, atau keuangan dengan chatbot AI. Perlakukan pesanmu seperti halnya unggahan media sosial publik. Jangan pernah menganggap kerahasiaan mutlak.

  • Pakai AI yang punya rekam jejak privasi baik

Gunakan layanan AI dari perusahaan terkemuka dengan rekam jejak privasi dan keamanan yang kuat.

Hindari menggunakan bot anonim atau tidak dikenal yang mungkin dirancang untuk mengumpulkan data. Bot AI berbahaya atau palsu mungkin mencoba mengekstrak informasi pribadi untuk melakukan penipuan, phishing, atau pemerasan.

Untuk melindungi datamu, gunakan solusi keamanan yang mencegah mengklik tautan yang tidak dapat diandalkan.

Baca Juga: Gen Z Pengguna AI Paling Aktif, Jangan Sampai Ketergantungan

Vladislav Tushkanov, Group Manager di Kaspersky AI Technology Research Center mengatakan, perkembangan pesat Large Language Model (LLM) meningkatkan kemampuan AI dalam berinteraksi secara bermakna dengan pengguna.

“Namun, penting untuk diingat bahwa mereka belajar memberikan jawaban dari data, yang sebagian besar bersumber dari Internet, artinya mereka rentan untuk mengulang kesalahan dan bias dari teks yang digunakan untuk pelatihan,” ujarnya.

Karena itu, Tushkanov menegaskan bahwa terimalah saran dari AI dengan sikap skeptis yang sehat, serta cobalah untuk tidak membagikan informasi secara berlebihan.

Leave a Reply