TopCareer.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan penjualan bisnis teh Sariwangi ke PT Savoria Kreasi Rasa, entitas bisnis Grup Djarum.
Melalui laman Keterbukaan Informasi BEI, penandatanganan Business Transfer Agreement (BTA) atau Perjanjian Pengalihan Bisnis sudah dilakukan pada 6 Januari 2026.
Penyelesaian Transaksi direncanakan akan dilakukan pada tanggal 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain sebagaimana disepakati secara tertulis.
Dalam keterbukaan informasi, juga diungkapkan bahwa nilai transaksi yang disepakati adalah Rp 1,5 triliun.
“Nilai Transaksi: Harga yang disepakati adalah sebesar Rp 1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah)
diluar pajak yang berlaku,” tulis keterbukaan informasi.
“Penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan dengan nilai pasar sebesar Rp 1.488.228.000.000,” lanjut pengumuman tersebut.
Baca Juga: Aturan Penting untuk Bikin Secangkir Teh yang Sempurna
Penjualan Sariwangi oleh Unilever ini juga dikonfirmasi oleh perusahaan melalui siaran pers di laman resminya. Menurut perusahaan , divestasi ini adalah bagian dari strategi mereka dalam mengoptimalkan portofolio.
Ini selaras dengan fokus perusahaan pada kategori yang lebih sedikit tetapi memiliki skala besar serta peluang pertumbuhan berkelanjutan, guna mendukung penciptaan nilai jangka panjang.
Benjie Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia menyampaikan, mereka yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya.
Baca Juga: 5 Tren Digital dan Sosial Ini Bakal Berdampak ke Bisnis di 2026
“Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujarnya.
Unilever Indonesia mengakuisisi SariWangi pada tahun 1989, menjadikannya pelopor teh celup di Tanah Air.
Transaksi ini akan selesai setelah seluruh persyaratan penutupan yang umum terpenuhi, dan diperkirakan selesai pada semester pertama tahun 2026.
Unilever dalam keterbukaan informasi menambahkan, transaksi tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan.












